28.9 C
Sidoarjo
Thursday, June 18, 2026
spot_img

Selaput Jantung Sapi antar Dwi Wahyu Raih Gelar Doktor FKG Unair


Surabaya. Bhirawa
Selaput pembungkus jantung sapi yang kaya kolagen atau bovine membran pericardium, ternyata punya manfaat bagi penyembuhan tulang gigi. Bahan ini sangat aman bagi tubuh dan bagus sebagai “cetakan” tempat tulang tumbuh.

Selama ini, proses penyembuhan tulang (bone healing) adalah sebuah kerja sama biologis yang rumit. Di dalamnya ada fase meredakan radang (inflamasi), pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis), hingga pembuatan jaringan tulang baru (osteogenesis).

Di dunia kedokteran gigi, mempercepat proses ini sangatlah penting. Mulai dari memperbaiki gusi yang rusak akibat infeksi gusi serius yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi (periodontitis), menambal cacat pada tulang rahang, hingga pemasangan implan gigi. Sayangnya, bahan yang ada saat ini masih kurang maksimal dalam mengendalikan radang sekaligus merangsang pertumbuhan tulang baru.

Melihat masalah tersebut, Dr. drg. Dwi Wahyu Indrawati, M.Kes., Sp.Perio melakukan sebuah riset inovatif. Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FKG Umsida) ini mengombinasikan selaput pembungkus jantung sapi yang kaya kolagen (bovine membran pericardium) dengan Hyaluronic Acid (HA) atau Asam Hialuronat. Bahan yang terkenal hebat dalam meredakan radang, memicu pembentukan pembuluh darah, dan mempercepat kerja sel pembentuk tulang.

“Ketika kedua bahan ini disatukan, mereka diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang sempurna untuk mempercepat penyembuhan tulang,” ujar Dwi Wahyu Indrawati usai mempertahankan disertasinya dalam sidang Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Gigi FKG Unair, Surabaya, Kamis, (18/6).

Berita Terkait :  Pertamina Patra Niaga FT Tuban dan Mahasiswa PPNS Gelar Edukasi Pengelolaan Sampah di SDN 2 Remen Surabaya

Penelitian ini menggunakan tikus Wistar sebagai model laboratorium. Area tulang kepala tikus dibuat sedikit cacat, lalu dibagi ke dalam empat kelompok untuk diuji. “Hasil riset membuktikan bahwa kelompok yang mendapatkan kombinasi selaput jantung sapi dan HA memberikan hasil yang jauh lebih cepat dan lebih baik dibanding kelompok lainnya,” jelas perempuan yang aktif berorganisasi ini.

“Kombinasi antara selaput jantung sapi dan asam hialuronat (HA) terbukti sangat efektif mempercepat penyembuhan tulang. Melalui pendekatan osteoimunologi (kerja sama antara sistem imun dan pertumbuhan tulang), formula ini berhasil menekan radang, melancarkan aliran darah, dan merangsang pembentukan tulang baru secara instan,” pungkas Dwi Wahyu Indrawati.

Temuan ini membawa angin segar bagi dunia kedokteran gigi. Di masa depan, komposisi biomaterial inovatif ini bisa menjadi solusi ampuh untuk mempercepat pemulihan pasien yang melakukan implan gigi maupun perbaikan tulang rahang.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umsida Prof Syafiq A Mughni PhD mengatakan, atas nama kampus menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada para pembimbing sehingga Dr. drg. Dwi Wahyu Indrawati, M.Kes., Sp.Perio bisa menyelesaikan studinya.

“Ini adalah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa mengingat FKG Umsida baru dua angkatan tapi kami terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dengan meningkatkan kualitas tenaga pengajarnya,” ujarnya

Sedangkan Dekan FKG Unair Prof. Dr. Muhammad Luthfi, drg., M.Kes menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan ketekunan promovendus sehingga meraih gelar doktor. “Diharapkan nantinya bisa menghasilkan karya-karya ilmiah yang bisa dipublikasikan pada jurnal terindeks sehingga menjadi simbol pencapaian kualitas,” ucapnya.

Berita Terkait :  DPD RI Tegaskan Peran Strategis sebagai Penjaga Keseimbangan Pusat dan Daerah

Penelitian yang dilakukan oleh promovendus ini, lanjutnya, memiliki suatu kualitas akademik yang diakui dan menghasilkan inovasi yang diharapkan bisa memberikan suatu manfaat langsung kepada masyarakat dan bangsa.

Promotor dalam disertasi ini adalah Prof. Dr. Ernie Maduratna S.,drg.,M.Kes.,Sp.Perio(K) dan ko-promotor Prof. Dr. A. Retno Pudji Rahayu, drg., M.Kes. Sementara, pengujinya adalah Prof. Dr. Ida Bagus Narmada,drg.,Sp.Ort.(K), Prof. Dr. Anita Yuliati, drg., M.Kes, Prof. R.M. Coen P. D, drg., SU., Sp.B.M.M.(K), Prof. Dr. Hari Basuki Notobroto, dr., M.Kes, dan Prof. Dr. Aulanni’am, drh., DES. [hel.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!