28.9 C
Sidoarjo
Thursday, June 18, 2026
spot_img

Dinkop UKM Jatim Siapkan SDM Manajer Koperasi Desa Merah Putih Hadapi Era Digital

Surabaya, Bhirawa
Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Jawa Timur terus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Salah satu fokus yang dilakukan adalah menyiapkan tenaga manajer profesional yang mampu mengembangkan koperasi di tengah tantangan ekonomi digital.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkop UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, saat menjadi narasumber dalam talkshow bertajuk “Transformasi Koperasi Retail Menjadi Koperasi Modern di Era Ekonomi Digital” yang diselenggarakan Universitas Airlangga (Unair), Kamis (18/6).

Menurut Endy, pengembangan KDMP sejalan dengan program pemerintah pusat yang mendorong koperasi tidak hanya bergerak pada sektor simpan pinjam, tetapi juga merambah sektor produksi, konsumsi, dan berbagai usaha produktif lainnya.

“Kami saat ini mendapat penugasan untuk mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih. Momentum ini sangat tepat untuk menjelaskan bahwa koperasi memiliki spektrum usaha yang sangat luas dan harus dikelola secara modern serta profesional,” ujarnya.

Ia menambahkan, rendahnya minat generasi muda terhadap koperasi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi. Karena itu, Dinkop UKM Jatim menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk memperkuat literasi koperasi di kalangan anak muda.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda sudah mulai terlihat dalam kepengurusan KDMP yang dibentuk pemerintah. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan inovasi dan semangat baru dalam pengembangan ekonomi desa.

Saat ini, sebanyak 1.097 KDMP di Jawa Timur telah beroperasi. Dari jumlah tersebut, 530 koperasi telah memiliki gerai usaha dan berbagai fasilitas pendukung yang telah diresmikan pemerintah pusat. “Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas yang sudah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” katanya.

Berita Terkait :  Fatwa Ekologis Menuju Kesalehan Sosial

Endy mengungkapkan, tantangan terbesar dalam pengembangan koperasi saat ini adalah kualitas SDM dan pemahaman tentang prinsip-prinsip koperasi. Selain itu, kebutuhan akan tenaga manajer profesional juga menjadi perhatian utama.

Untuk mendukung operasional koperasi, setiap KDMP diproyeksikan memiliki sekitar 17 tenaga kerja yang berasal dari masyarakat setempat. Sementara posisi manajer akan diisi oleh tenaga profesional dengan minimal pendidikan sarjana (S1) yang direkrut oleh BUMN melalui mekanisme khusus. “Manajer harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang tugasnya agar mampu mengelola koperasi secara profesional,” tegasnya.[ina.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!