Kota Batu, Bhirawa
KONI Kota Batu terus mengawasi para atletnya dalam menjaga kebugaran dan kedisiplinan dalam berlatih. Untuk itu mereka KONI melakukan Tes VO2Max yang telah dilaksanakan di GOR Gajahmada, Kota Batu. Data dari hasil tes ini akan menjadi bahan acuan dan evaluasi dalam menindaklanjuti kesiapan para atlet untuk menyambut Porprov Jatim X tahun 2027 mendatang.
Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi mengatakan bahwa Tes VO2Max ini untuk melihat performance atlet pasca pelaksanaan Porprov Jatim tahun 2026. “Kalau atletnya malas berlatih, pasti akan kelihatan dalam tes ini,” ujarnya, Rabu (17/6).
Ia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Tes VO2Max, pihaknya ingin melihat kondisi atlet. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan para atlet untuk mengikuti Puslatkot yang akan segera diadakan KONI Kota Batu.
“Puslatkot ini kita adakan sebagai persiapan menjelang Porprov X tahun 2027 yang akan dilaksanakan di Surabaya,” jelas Sentot. Ia mengatakan KONI Kota Batu berupaya jauh-jauh hari mempersiapkan atletnya untuk berlaga di Porprov X tahun 2027.
Pada tahap VO2Max ini KONI Kota Batu berusaha mengumpulkan data dan mencari tahu siapa saja atletnya yang layak masuk program Puslatkot. Selain itu KONI juga ingin memastikan kebugaran fisik para atlet untuk kemudian menjalani program pemanasan menuju Porprov Jatim 2027.
Ia juga meminta seluruh pelatih untuk memanfaatkan momen tes kebugaran untuk melihat perfoma atletnya masing- masing. Dan dari hasil tes ini nanti, setiap pelatih diminta memanfaatkan data base atlet yang akan dijadikan pijakan membina atlet yang diproyeksikan menuju Porprov Jatim 2027.
Diketahui, Tes VO2Max yang telah dilaksanakan KONI Kita Batu ini diikuti 292 atlet dari 30 cabang olahraga. Adapun atlet yang mengikuti tes ini merupakan atlet peraih medali Porprox IX Jatim tahun 2026, dan atau atlet peraih kejurprov tahun sebelumnya.
Dalam tes awal ini mereka harus mengikuti Bleep test (atau multistage fitness test) berfungsi untuk mengukur kapasitas aerobik maksimal (VO2Max) dan daya tahan kardiovaskular. Tes ini menggunakan metode lari bolak-balik sejauh 20 meter dengan irama audio yang semakin cepat.
Dalam tes ini tercatat bahwa rekor tertinggi awalnya dipecahkan oleh Atlet Triathlon, Akben Gery Mustofa yang mengakhiri lari pada level 12,3. Tidak berselang lama, Atlet Wushu Achmad Zainun mengakhiri larinya di level 12,2.
Satu lagi atlet putra yang meraih level terbaik. Ia adalah atlet MPI, Akmalucas Irfano yang mengakhiri larinya di level 12,3. Sementara level atlet terbaik putri diraih Atlet Selam Michelle Adisty Putri yang mengakhiri larinya di level 10,1. Dan keempat nama atlet ini langsung mendapatkan bonus dari Ketua Pengcabnya masing-masing.
Diketahui, hal paling menantang dalam bleep test ini adalah kombinasi kelelahan fisik, tuntutan mental untuk menjaga ritme, dan tekanan kardiovaskular. Peserta harus berlari antara dua garis sejauh 20 meter dan tiba tepat saat bunyi beep. Seiring level meningkat, interval waktu beep semakin cepat dan intensitas semakin tinggi. [nas.wwn]


