Surabaya, Bhirawa
Pemkot Surabaya menggelar Utsawa Dharma Gita (UDG) Kota Surabaya 2026 sebagai cara perkuat karakter generasi muda Hindu sekaligus melestarikan sastra, seni, dan budaya keagamaan Hindu yang diwariskan secara turun-temurun.
Mengusung tema “Samawacana Sarwa Bhawa Ekatwa: Penguatan Literasi Ekoteologi Menuju Harmonisasi Kehidupan,”, ajang yang diikuti 184 peserta tersebut menjadi wadah pembinaan pemahaman ajaran Hindu, pengembangan bakat generasi muda, serta penguatan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan yang harmonis, Senin (16/6).
Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dedik Irianto mengukapkan Utsawa Dharma Gita tidak sekadar ajang perlombaan keagamaan, melainkan sarana memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Kitab Suci Weda.
“Utsawa Dharma Gita meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur dalam Kitab Suci Weda, melestarikan seni budaya dan sastra adiluhung bangsa, serta memperkuat harmonisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ucap Dedik
Dedik mengatakan bahwa pemahaman agama yang baik akan menghadirkan ketenteraman dalam kehidupan beribadah maupun bermasyarakat. Pada saat yang sama, nilai-nilai tersebut berperan penting dalam memperkuat kerukunan, toleransi, dan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
“Umat beragama yang memiliki pemahaman kuat terhadap ajaran agamanya akan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa, semangat inilah yang ingin terus kita tumbuhkan bersama,” ungkapnya.
Dedik mengapresiasi meningkatnya jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun 2026, menunjukkan semakin besarnya minat generasi muda Hindu untuk mempelajari, melestarikan, dan mengamalkan nilai-nilai agama serta budaya leluhur.
“Utsawa Dharma Gita merupakan ajang berjenjang dari tingkat kota hingga nasional, berharap peserta terbaik Surabaya dapat terus berprestasi dan mengharumkan nama kota di tingkat yang lebih tinggi,” tuturnya.
Ketua Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Kota Surabaya, I Nyoman Sukantra, menjelasakan Utsawa Dharma Gita merupakan sarana strategis untuk mengembangkan potensi generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai kebajikan.
“Kegiatan ini kita dapat melihat dan mengembangkan potensi generasi muda dalam memahami, menghayati, serta melestarikan ajaran agama Hindu. Lebih dari sekadar perlombaan, Utsawa Dharma Gita adalah sarana pembinaan karakter,” pungkas Sukantra.
Sukantra berharap Utsawa Dharma Gita menambahkan terus melahirkan generasi muda Hindu yang cerdas, berkarakter, berbudi luhur, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Generasi muda dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mencintai budaya bangsa, serta memiliki komitmen kuat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya. [ren.wwn]


