30 C
Sidoarjo
Thursday, June 11, 2026
spot_img

Pengamat Ingatkan Pelemahan Rupiah Bisa Ancam Sektor Bisnis

Jombang, Bhirawa – Pengamat ekonomi di Jombang, Thamrin Bey mengingatkan bahwa pelemahan Rupiah yang terjadi akhir-akhir ini bisa berdampak dan mengancam sektor bisnis dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Thamrin Bey saat dihubungi, Rabu malam (10/06).

“Kalau sektor apa yang jadi korban pelemahan Rupiah, tentu adalah sektor bisnis. Terutama yang ada kaitannya dengan Dollar. Tapi kalau pedagang dalam negeri yang kecil yang sederhana sebenarnya itu tidak kena imbas gejolak harga Dollar. Cuma tentang gejolak kenaikan harga, ini yang berbahaya,” beber Thamrin Bey.

Beruntung kata Thamrin Bey, dalam situasi seperti sekarang ini, harga pangan dalam negeri tidak ikut naik.

“Kalau pangan ikut naik berbahaya lagi. Alhamdulillahnya, di sektor pangan kita surplus. Jadi kita masih aman pangan,” ujar dia.

Dia menyampaikan, pelemahan Rupiah ini sebenarnya awalnya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Garis besarnya, dipengaruhi oleh faktor internal dab faktor eksternal yang dikenal dengan istilah sentimen global.

Stabilitas fiskal dalam negeri kata Thamrin Bey, sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal.

“Sekarang kalau dikupas satu per satu, faktor eksternal atau faktor global itu akibat dari perang Amerika – Iran. Ketegangan geopolitik inilah yang jadi masalah,” ungkapnya.

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah tersebut terang dia, menyebabkan ketidakpastian pasar, terutama pasar-pasar finansial. Sehingga dalam hal ini para investor berusaha untuk menghindari investasi yang berisiko tinggi.

Berita Terkait :  Bupati Madiun Hadiri Pelatihan Kerja Berbasis Unit Kompetensi

“Artinya berisiko tinggi itu dikhawatirkan terjadi kegoncangan, maka pasar domestik Indonesia akan mudah rentan. Sehingga aset mereka kalau berada di Indonesia dianggap berisiko tinggi,” ulasnya.

“Maka kemudian mereka mencoba untuk menarik investasinya. Kemudian kebetulan, pada saat yang bersamaan, faktor karena kebijakan suku bunga di Bank Central Amerika yang menaikkan suku bunganya untuk meredam inflasi dalam negeri mereka,” paparnya.

Rupanya kata Thamrin Bey, kebijakan yang diterapkan oleh Bank Central Amerika tersebut berdampak pada ‘pulangnya’ Dollar di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, kembali ke ‘negara asalnya’, karena para investor lebih tertarik dengan suku bunga yang tinggi.

Kemudian terang Thamrin Bey, faktor internal dalam negeri juga berkontribusi kepada kondisi pelemahan Rupiah, seperti kondisi APBN yang mengalami defisit.

Atas gambaran tersebut, Thamrin Bey memandang situasi dapat lebih ‘runyam’ jika ada faktor politik yang ‘bermain’. [rif.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!