32.3 C
Sidoarjo
Thursday, June 11, 2026
spot_img

APAC Jadi Pusat Pertumbuhan Jasa Keuangan dan Talenta 2026

Surabaya, Bhirawa  – Asia Pasifik (APAC) semakin menjadi penggerak utama pertumbuhan jasa keuangan global. Laporan terbaru Colliers berjudul Global Financial Services Markets: Top Talent Locations 2026 menunjukkan bahwa pasar-pasar di kawasan ini mencatat kinerja kuat dalam hal ketersediaan talenta, aktivitas investasi, dan output industri.

Analisis global yang mencakup lebih dari 200 pasar menemukan bahwa strategi penempatan jasa keuangan berubah, perusahaan kini menyeimbangkan akses talenta, efisiensi biaya, dan percepatan teknologi. Selain pusat-pusat global mapan, jaringan pasar strategis dan yang sedang berkembang kini mengambil peran lebih besar saat organisasi meninjau kembali lokasi pengerjaan tugas.

Skala dan distribusi talenta APAC, Asia Pasifik menyumbang 39 persen dari perusahaan jasa keuangan yang dianalisis persentase tertinggi di antara wilayah menegaskan posisi kawasan ini sebagai pilar aktivitas industri global. Kawasan ini juga mewakili sekitar 36 persen dari pusat-pusat yang masuk peringkat, serta mendominasi kategori pusat domestik dan operasional dengan 44 persen pasar terdaftar.

Bagus Adikusumo, Head of Office Services Colliers Indonesia, menyatakan bahwa Jakarta terus menguat sebagai hub domestik dan operasional, didukung oleh basis talenta yang kuat untuk fungsi back-office, shared services, dan fungsi khusus pendukung hub regional dan global.

“Kondisi ini memberi peluang bagi Jakarta untuk naik kelas dengan mengembangkan kapabilitas bernilai lebih tinggi di samping keunggulan eksekusinya,” cetus dia, Kamis (11/6/2026).

Berita Terkait :  Pengadaan Mobil Kopdes India, Ketua DPD RI: Utamakan Produk dalam Negeri

Masuknya Jakarta dalam lima besar pusat domestik dan operasional di APAC menunjukkan daya saing kota ini, dari efisiensi biaya hingga kedalaman tenaga kerja, serta meningkatnya daya tariknya bagi penyewa yang mencari basis operasional yang andal dan skala di Asia Tenggara.

Pergeseran peran pasar: dari eksekusi ke keputusan

Laporan tersebut mencatat bahwa peran pasar APAC kini lebih beragam. Pusat-pusat global mapan tetap memimpin fungsi front-office dan pengambilan keputusan, sementara pasar strategis dan operasional bergerak ke arah fungsi yang lebih kompleks. Chris Archibold, Managing Director Office Services Southeast Asia di Colliers, menyebutkan adanya konvergensi yang lebih besar antara lokasi kantor pusat dan pusat layanan, banyak kota kini mendukung pengambilan keputusan strategis sekaligus aktivitas operasional bernilai tinggi.

Digitalisasi dan adopsi kecerdasan buatan mempercepat pergeseran ini, mengubah bagaimana dan di mana pekerjaan jasa keuangan dijalankan.

India memimpin kawasan dalam kedalaman talenta dan kekuatan tenaga kerja, dengan Delhi NCR, Mumbai, dan Bengaluru sebagai pasar terkuat untuk talenta jasa keuangan. Kota-kota ini, didukung tenaga kerja besar dan pipeline profesional yang kuat, memperkuat posisi India sebagai pasar talenta penting bagi organisasi regional dan global.

Di Asia Tenggara, Manila dan Kuala Lumpur tetap menjadi hub layanan mapan yang menawarkan talenta besar, efisien biaya, dan terampil. Gabungan pasar-pasar ini menyediakan skala dan fleksibilitas yang dibutuhkan organisasi untuk mendukung efisiensi operasional dan pertumbuhan.

Berita Terkait :  Wali Kota Mojokerto Instruksikan KKMP dengan SPPG Bangun Sinergi Untuk Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Bagus menambahkan bahwa peringkat Jakarta sebagai pangkalan talenta terbesar keenam di APAC, di belakang beberapa kota besar India, menunjukkan fundamental yang kuat dan potensi pertumbuhan. Jakarta bisa menjadi alternatif utama di Asia Tenggara bagi perusahaan yang ingin menyeimbangkan skala dan distribusi geografis.

Fundamental kuat dan investasi yang meningkat. Pusat-pusat keuangan terkemuka di Asia Pasifik menunjukkan performa kuat pada metrik seperti pendanaan modal ventura, output industri, dan konsentrasi talenta. Kota-kota seperti Tokyo, Hong Kong, Singapura, Seoul, dan Sydney mempertahankan ekosistem keuangan yang matang dan aliran modal yang berkelanjutan. Sementara itu, meningkatnya investasi di pasar berkembang di kawasan membuka peluang pertumbuhan, khususnya dengan meluasnya fintech dan perbankan digital.

Keputusan berbasis data menentukan masa depan. Laporan ini juga mencatat pergeseran menuju pengambilan keputusan yang lebih berbasis data oleh para pemimpin jasa keuangan. Organisasi yang menata strategi talenta dan real estatnya dengan pendekatan berbasis bukti diperkirakan akan lebih siap bersaing mendapatkan talenta dan merebut peluang pertumbuhan. Temuan laporan menunjukkan model global yang lebih terdistribusi dan fleksibel untuk penyampaian jasa keuangan, dengan Asia Pasifik berada di pusat pertumbuhan masa depan. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!