32.3 C
Sidoarjo
Monday, June 8, 2026
spot_img

Siswa Tak Terima MBG, 18 Dapur SPPG di Tulungagung Alami Suspend

Sekretariat Satgas Program MBG Kabupaten Tulungagung yang berlokasi di Kantor Pemkab Tulungagung ini kerap menerima aduan masyarakat terkait MBG.

Tulungagung, Bhirawa.
Sejumlah siswa di beberapa sekolah di Tulungagung, Senin (8/6), tidak menerima layanan Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disebabkan 18 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut disuspend atau dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kurang lebih ada 18 dapur SPPG yang disuspend,” ujar Ketua Satgas Program MBG Kabupaten Tulungagung, J Bagus Kuncoro, Senin (8/6).

Menurut dia, suspend dapur SPPG tersebut terjadi akibat di antaranya belum terpenuhinya standar sebagai dapur SPPG. Seperti di antaranya belum ada kamar untuk ahli gizi dan permasalahan IPAL.

Bahkan, ada yang disuspend karena kejadian menonjol dan saat ini belum beroperasional kembali.

“Jadi saat ini jumlahnya ada sekitar 18 dapur SPPG dari sekitar 127 dapur SPPG di Tulungagung yang disuspend. Tetapi, untuk lebih akuratnya bisa ditanyakan ke Korwil BGN di Tulungagung,” tuturnya.

Bagus menyatakan tidak bisa memprediksi sampai kapan dapur SPPG yang disuspend dapat beroperasi kembali. Namun yang pasti dapur SPPG harus membenahi persoalan yang menyebabkan mereka dihentikan sementara operasionalnya.

“Untuk pembukaan kembali harus dibenahi dulu. Kemudian dimonev oleh korwil. Apakah pembenahannya sudah dipenuhi. Kalau sudah, berarti dari korwil akan mengajukan pembukaan ke BGN,” paparnya.

Berita Terkait :  Anggun Khairunnisa Persembahkan Medali Emas untuk MAN 1 Gresik

Soal apakah sudah ada dapur SPPG yang dibuka kembali setelah disuspend, Bagus menyatakan tidak mengetahuinya.

“Kami belum tahu perkembangannya. Kami sudah tanya ke korwil belum ada jawaban,” terangnya.

Selanjutnya, mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung ini membeberkan jika tidak hanya akibat disuspend dapur SPPG opersionalnya berhenti sementara. Tetapi juga karena keterlambatan pencairan dana operasional.

“Jadi layanan MBG terhenti sementara tidak hanya karena dapur SPPG disuspend, tetapi juga karena ada dapur SPPG yang mengalami keterlambatan pencairan dananya. Namun ini tidak banyak,” paparnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil)BGN di Tulungagung, Sebrina Mahardika sampai berita ini ditulis belum memberi pernyataan. Bhirawa sudah menghubungi Sebrina melalui telepon selulernya, tetapi belum direspon.

Sebelumnya, orang tua siswa di salah satu SD swasta di Kelurahan Kutoanyar dan TK di Kelurahan Jepun Kota Tulungagung mempertanyakan layanan MBG di dua sekolah tersebut yang terhenti pada Senin (8/6). Termasuk untuk anak balita di Kelurahan Kutoanyar.

Di Sekreatariat Satgas Program MBG Pemkab Tulungagung juga mendapat laporan serupa. Laporan tersebut menyebutkan adanya siswa di Kecamatan Rejotangan yang belum mendapat layanan MBG pada Senin (8/6). (wed.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!