Sumenep, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Sumenep mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan BUMD laki-laki untuk mengenakan peci hitam selama bulan Juni 2026.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran yang diterbitkan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.
Dalam surat edaran tersebut dijelaskan, bulan Juni memiliki makna historis bagi bangsa Indonesia karena berkaitan erat dengan perjalanan hidup Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Sejumlah momentum penting yang diperingati pada bulan tersebut di antaranya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila yang digagas Bung Karno, 6 Juni sebagai hari kelahirannya, serta 21 Juni yang merupakan hari wafat tokoh yang dikenal sebagai Putra Sang Fajar.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, penggunaan peci hitam oleh ASN laki-laki bukan sekadar simbol atau kegiatan seremonial semata.
Langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa Bung Karno sebagai proklamator kemerdekaan sekaligus penggagas dasar negara Indonesia.
“Peringatan Bulan Bung Karno bukan hanya kegiatan seremonial. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada sang proklamator sekaligus upaya meneladani nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan pengabdian beliau kepada bangsa dan negara,” kata Bupati Fauzi, Kamis (04/06).
Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno masih sangat relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk bagi kalangan ASN yang memiliki tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Karena itu, momentum Bulan Bung Karno diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat semangat pengabdian dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Selain mengenakan peci hitam, ASN juga diharapkan dapat mengimplementasikan semangat gotong royong, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari ajaran Bung Karno yang hingga kini tetap menjadi fondasi pembangunan nasional,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menilai peringatan Bulan Bung Karno memiliki arti strategis untuk menumbuhkan kembali kesadaran sejarah dan memperkuat karakter kebangsaan di lingkungan birokrasi.
Dengan demikian, ASN tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Melalui berbagai kegiatan yang digelar sepanjang Juni, Pemkab Sumenep berharap semangat perjuangan Bung Karno dapat terus hidup dan menginspirasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” tukasnya. [sul.dre]


