28 C
Sidoarjo
Tuesday, June 2, 2026
spot_img

Percepat Eliminasi TB, Pemkot Mojokerto Manfaatkan Portable X-Ray Deteksi Dini

Pemkot Mojokerto, Bhirawa
Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Tuberkulosis (TB) melalui pelaksanaan Kick Off Skrining Sistematis Tuberkulosis Serentak dalam rangka percepatan eliminasi TB di Kota Mojokerto. Kegiatan yang digelar di Puskesmas Kedundung, Selasa (2/6), menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi portable X-ray untuk memperluas jangkauan deteksi dini TB hingga tingkat kelurahan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa Kota Mojokerto menargetkan eliminasi TB lebih cepat dibandingkan target nasional yang ditetapkan pada tahun 2030. “Wilayah Kota Mojokerto relatif tidak terlalu luas, hanya seperti satu kecamatan di wilayah kabupaten. Sehingga perumusan yang tepat, intervensi, pemantauan, dan pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyeluruh,” ujarnya.

Wali kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut menjelaskan, tantangan pengendalian TB di Kota Mojokerto cukup besar karena tingginya kepadatan penduduk serta mobilitas masyarakat yang dinamis sebagai kota jasa dan perdagangan. “Kondisi ini memungkinkan penularan TB terjadi lebih cepat apabila tidak dilakukan deteksi dan penanganan secara dini. Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan secara masif dan sistematis,” jelasnya.

Pada pelaksanaan kick off tersebut, sebanyak 65 peserta mengikuti pemeriksaan dan skrining kesehatan. Ke depan, Pemerintah Kota Mojokerto akan memprioritaskan skrining bagi kelompok masyarakat berisiko tinggi, seperti lanjut usia (lansia), penyandang komorbid, masyarakat dengan kondisi malnutrisi, serta balita stunting.

Berita Terkait :  Peringati HUT Ke-79 TNI, Kodim 0815/Mojokerto  Karya Bakti Sasar Pasar Tengah Kota

Ning Ita juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya eliminasi TB dengan meningkatkan kesadaran terhadap gejala penyakit, menerapkan pola hidup sehat, serta tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami keluhan yang mengarah pada TB.

Program skrining serentak ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satu peserta, Siti Rochayah, warga Kelurahan Purwotengah, mengaku terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan tersebut. “Walaupun saya merasa sehat, dengan adanya skrining ini saya bisa mengetahui apakah menderita TB atau tidak. Jika ternyata terdeteksi TB, pengobatan bisa segera dilakukan sehingga tidak semakin parah dan tidak menular kepada orang lain,” tuturnya.

Menurut Siti, layanan skrining yang semakin dekat dengan masyarakat akan mendorong lebih banyak warga melakukan deteksi dini dan memperoleh penanganan yang tepat apabila ditemukan gejala TB. Melalui skrining sistematis yang didukung teknologi portable X-ray, Pemerintah Kota Mojokerto berharap semakin banyak kasus TB dapat ditemukan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan efektif guna mewujudkan Kota Mojokerto yang sehat serta bebas tuberkulosis pada tahun 2028.[oky.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!