27 C
Sidoarjo
Monday, May 25, 2026
spot_img

Inflasi Jelang Iduladha, Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah

Pemkab Pasuruan, Bhirawa
Langkah taktis langsung diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan untuk menjinakkan potensi lonjakan harga bahan pokok penting (Bapokting) menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H. Mulai Senin (25/5) kemarin, Pemkab resmi menggelar karpet merah program Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan. Tidak tanggung-tanggung, operasi pasar ini digeber selama dua hari berturut-turut hingga Selasa (26/5) besok.

Strategi jemput bola ini sengaja ditempatkan di kawasan Pasrepan untuk mempermudah akses masyarakat mendapatkan komoditas pangan bermutu dengan harga yang jauh di bawah pasaran umum.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada hari pertama, ratusan warga langsung menyerbu stan-stan sembako sejak pagi. Komoditas seperti beras SPHP, telur ayam, minyak goreng, dan gula pasir paling diburu oleh ibu-ibu rumah tangga yang ingin mengamankan stok dapur mereka.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni menyampaikan seluruh komoditas yang dihadirkan dalam pasar murah ini disuplai langsung dari jaringan distributor utama. Alhasil, harga jualnya bisa ditekan secara signifikan.

“Kami potong rantai distribusinya. Jadi masyarakat bisa menikmati harga tangan pertama. Contoh nyata adalah telur ayam. Saat ini di pasar umum harganya sudah merangkak naik ke kisaran Rp 24.000 hingga Rp 26.000 per kilogram. Di sini, masyarakat cukup menebusnya dengan harga Rp 22.000 per kilogram,” tegas Ghoni saat memantau jalannya kegiatan.

Berita Terkait :  Polresta Madiun Gelar Rakor Lintas Sektoral Matangkan Ops Ketupat Semeru 2025

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas gula pasir. Di kala harga pasar tradisional sudah mencekik di angka Rp 17.500 per kilogram, Pemkab Pasuruan berani mengobralnya dengan harga Rp 14.000 saja per kilogram. “Selisih harganya sangat tebal dan nyata meringankan kantong warga,” imbuh Ghoni.

Keberhasilan operasi pasar skala besar ini tak lepas dari kolaborasi gemuk antarinstansi. Pemkab Pasuruan menggandeng gurita logistik negara seperti Perum Bulog, PT Rajawali Nusindo, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP3) Kabupaten Pasuruan. “Maturnuwun sangat kami sampaikan untuk seluruh stakeholder dan pihak ketiga yang telah all-out men-support kebutuhan logistik masyarakat dalam pasar murah ini,” tutur Ghoni.

Tak hanya melulu soal urusan perut dan dapur, ajang ini juga dimanfaatkan sebagai panggung unjuk gigi produk lokal. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, mengajak publik memanfaatkan momentum emas ini sebaik mungkin.

Pasalnya, Pemkab juga memboyong kluster produk unggulan UMKM dan IKM asli Pasuruan. Mulai dari industri makanan-minuman olahan (mamin), produk kerajinan tangan (craft), hingga industri rumahan perabotan tangga dipajang rapi di lokasi. “Ini wadah fasilitasi agar produk lokal makin dikenal luas dan naik kelas di wilayahnya sendiri. Kami ingin perputaran ekonominya merata,” jelas Yudha.

Yudha menegaskan, gerakan pasar murah ini adalah instrumen krusial dalam peta jalan pengendalian inflasi daerah secara makro. “Adapun harapannya, fluktuasi liar harga pangan jelang Idul Adha bisa diredam. Stabilitas harga terjaga, daya beli masyarakat tetap aman dan kokoh,” ucap Yudha.[hil.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!