28.6 C
Sidoarjo
Friday, May 15, 2026
spot_img

Sinergi TNI dan Kementan, Nganjuk Jadi Pionir Swasembada Kedelai Nasional


Nganjuk, Bhirawa
Kabupaten Nganjuk kembali mempertegas posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Melalui sinergi antara TNI, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Daerah, Kabupaten Nganjuk sukses menggelar Panen Raya Kedelai dengan produktivitas melampaui rata-rata nasional, Jumat (15/05/2026).

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengungkapkan bahwa sektor pertanian di wilayahnya terus mengalami modernisasi. Dengan luas lahan baku sawah mencapai 46.900 hektar, Nganjuk tidak hanya fokus pada padi dan bawang merah, tetapi kini mulai mengoptimalkan komoditas kedelai. Bupati juga menyoroti pentingnya optimalisasi Bendungan Semantok untuk memperluas jangkauan irigasi guna meningkatkan pendapatan petani.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, yang diwakili jajaran petinggi Mabes TNI, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menekan angka impor. Berdasarkan data tahun 2025, Indonesia masih mengimpor 2,65 juta ton kedelai, dengan mayoritas berasal dari Amerika Serikat senilai Rp21,2 triliun. Program di Nganjuk yang mencakup 2.300 hektar di Kecamatan Rejoso dan Bagor diharapkan menjadi pemantik kemandirian pangan yang akan dilanjutkan ke daerah lain seperti Banyuwangi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan aktif TNI dalam mengawal kedaulatan pangan. Sebagai bentuk dukungan, Kementan memberikan bantuan tambahan berupa alat mesin pertanian (alsintan) dan fasilitas benih gratis untuk 2.000 hektar lahan di Nganjuk. Mentan optimistis, dengan perluasan lahan kedelai hingga 1 juta hektar secara nasional, Indonesia segera menghentikan impor kedelai sepenuhnya.

Berita Terkait :  Tingkatkan Kedisiplinan Prajurit, Tim Waslakgiat Tinjau Pelaksanaan Permildas Kodim 0813 Bojonegoro

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), mengaku bangga dengan produktivitas kedelai di Nganjuk yang mencapai lebih dari 2 ton per hektar. Angka ini jauh di atas rata-rata nasional yang hanya sebesar 1,7 ton per hektar. Komisi IV berkomitmen untuk terus mendukung penguatan anggaran demi tercapainya swasembada pangan berkelanjutan.

Acara ini turut dihadiri oleh KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI Muhammad Tonny Harjono, serta jajaran Forkopimda Jawa Timur. Penanaman teknologi digital dalam bertani di Nganjuk kini mulai menarik minat generasi muda untuk menjadi “petani pengusaha”. [ndro.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!