29.7 C
Sidoarjo
Sunday, May 10, 2026
spot_img

Atasi Kebocoran Air 40 Persen, Wali Kota Pasuruan Beri Mandat Khusus ke Direktur Perumdam

Pemkot Pasuruan, Bhirawa.
Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo, memberikan instruksi tegas kepada Direktur baru Perumdam Tirta Umbulan, Kota Pasuruan, Yudhi Wibowo untuk segera membenahi persoalan teknis dan manajerial perusahaan.

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah tingkat kebocoran air yang menyentuh angka 40 persen.

Mas Adi sapaan akrabnya menekankan pembenahan layanan air bersih bersifat mendesak karena menyangkut hajat hidup masyarakat Kota Pasuruan.

Terlebih, kebutuhan air bersih kian meningkat signifikan saat memasuki musim kemarau.

“Ada beberapa poin penting yang harus segera dibenahi, yakni soal kebocoran air yang mencapai 40 persen,” tegas Mas Adi saat memberikan keterangannya, Minggu (10/5).

Urgentitas perbaikan tersebut selaras dengan hasil kajian Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan.

Kajian tersebut menunjukkan bahwa kualitas air sungai di Kota Pasuruan berada pada kategori sedang.

Kondisi ini menjadikan ketergantungan warga terhadap pasokan air bersih dari Perumdam sangat tinggi.

“Karena sumber air sungai di kota bernilai sedang, maka pasokan dari PDAM sangat dibutuhkan masyarakat. Dengan tingkat kebocoran yang masih tinggi, ini harus segera ditindaklanjuti,” tegas Mas Adi.

Selain masalah kebocoran, Mas Adi juga menyoroti tren penurunan jumlah pelanggan Perumdam Tirta Umbulan.

Ia menilai fenomena ini merupakan sinyal menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap performa perusahaan daerah tersebut.

Menanggapi mandat tersebut, Direktur Perumdam Tirta Umbulan, Yudhi Wibowo mengakui adanya persoalan pada tingkat kebocoran air atau Non-Revenue Water (NRW).

Berita Terkait :  Antisipasi Kerawanan Pungut Hitung, Bawaslu Jombang Petakan 26 Indikator Potensi TPS Rawan

Menurutnya, angka 40 persen jauh di atas standar maksimal yang seharusnya berada di kisaran 20 persen.

“Ke depan harus ada pengawasan, evaluasi, serta penindakan. Angka kebocoran ini harus ditekan hingga mendekati 20 persen,” kata Yudhi Wibowo.

Yudhi menjelaskan kebocoran tersebut dipicu oleh dua faktor utama, yakni teknis dan nonteknis. Secara teknis, kerusakan jaringan pipa sering terjadi akibat faktor usia, tekanan akar pohon hingga pergerakan tanah.

Namun, ia juga menyoroti adanya kebocoran nonteknis yang merugikan perusahaan, yakni praktik pengambilan air secara ilegal oleh oknum tertentu.

“Contohnya adalah sisa jaringan pelanggan yang sudah putus, ternyata diam-diam tetap mengambil air tanpa melalui meteran,” ungkap Yudhi Wibowo.

Saat ini, jumlah pelanggan aktif tercatat sekitar 21.500 sambungan, menurun drastis dari angka sebelumnya yang sempat mencapai 30.000 sambungan.

Padahal, pasokan air baku dari Mata Air Umbulan mencapai 173 liter per detik.

Guna menghentikan kerugian negara, Yudhi menegaskan tidak akan segan menempuh jalur hukum.

“Jika ditemukan ada yang kedapatan mencuri air Perumdam, maka kami akan laporkan langsung ke pihak berwajib sebagai tindak pidana pencurian air,” kata Yudhi Wibowo. [hil.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!