29.7 C
Sidoarjo
Sunday, May 10, 2026
spot_img

Entas Rupiah Segera!

Rupiah terperosok semakin rendah sepanjang sejarah nilai mata uang Indonesia. Selama sebulan lebih, sejak awal April 2026, supiah sulit bangkit menembus Rp 17 ribu per-US$. Bahkan harga rupiah terbaru semakin melejit dari angka Rp 17 ribu, sudah menyentuh Rp 17.382,- per-US$ pada akhir pekan kedua Mei. Miris, sampai meng-ingatkan pada tragedi pada Mei 1997. Diawali krisis finansial Asia, nilai Baht (Thailand) yang jeblok merembet ke Rupiah, terperosok semakin dalam. Sampai Rp 15.200,-. Rakyat kaget, kecewa, dan marah. Karena harga bahan pokok melejit naik.

Krisis moneter 1997 disusul kepercayaan pasar pada pemerintah runtuh. Harga kebutuhan bahan pangan pokok melejit. Disusul gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) bertubi-tubi. Mengutip koran Kompas, melansir data Depertemen Tenaga Kerja, terdapat satu juta pekerja di-PHK. Pengangguran terselubung diyakini jumlahnya mencapai 37 juta sampai 40 juta (hampir separuh angkatan kerja tahun 1997).

Kemarahan rakyat menyebabkan kerusuhan besar. Gelombang demonstrasi semakin besar setelah tragedi Trisakti, 12 Mei 1998. Empat mahasiswa menjadi korban tewas penembakan aparat keamanan di dalam kampus! Berdasar otopsi, peluru bersarang di bagian vital tubuh (kepala, tenggorokan, dan dada). Artinya, diincar, ditembak sniper (penembak jitu). Menyulut demo masa rakyat terjadi hampir di setiap kota besar seantero Indonesia.

Pada 15 Mei 1998, Masa yang marah berujung kerusuhan besar, di-ikuti penjarahan toko, supermarket, dan mal. Tak terkendali. Mengakibatkan ribuan gedung pusat perbelanjaan, dihancurkan, dibakar. Selain tragedi Trisakti, juga terjadi tragedi Semanggi I (korban tewas 17 orang), dan 109 orang luka-luka. Serta Semanggi II, dengan 12 korban tewas, dan 200 lainnya luka-luka. Berdasar laporan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), pada Oktober 1998, diduga lebih dari seribu orang meninggal. Terutama yang terjebak di berbagai gedung.

Berita Terkait :  Beri Keselamatan Pengendara, Polres Gresik Tambal Jalan Berlubang

Maka kemerosotan nilai tukar rupiah, tak bisa dianggap sepele. Lebih lagi berbagai pemeringkat perekonomian telah memberi nilai negatif. Misalnya dinyatakan oleh Moody’s Investor Service. Sampai Presiden Prabowo meminta jajaran Kementerian Ekonomi menggelar sarasehan ekonomi bertajuk “Indonesia Economic Outlook.” Tapi tak mempan. Bahkan disusul penurunan peringkat oleh MSCI (Morgan Stanley Capital International). Muncul pula penilaian oleh Ftich Ratings, memangkas outlook Indonesia. Terutama potensi peningkatan utang pemerintah

Pada puncak krisis moneter (disusul krisis multi-dimensi), pak Harto lengser, setelah 32 tahun berkuasa (menjadi Presiden). Bahkan pak Harto, baru saja terpilih secara “aklamasi” menjadi Presiden RI pada Sidang Umum MPR-RI, pada 11 Maret 1998. Hanya dalam tempo 70 hari, pak Harto yang semula “Maha kuat” (dibuktikan denga 32 tahun berkuasa), ternyata memilih berhenti. Di-berhenti-kan melalui gerakan rakyat Reformasi.

Terbukti, pelemahan nilai tukar rupiah bisa meruntuhkan rezim yang paling kuat. Maka setiap pemerintah niscaya memiliki cara menjaga nilai tukar uang, sebagai stabiliasi ke-ekonomi-an. Sekaligus martabat bangsa. Misalnya, Menkeu RI telah menerbitkan Keputusan Nomor 20/MK.EF.2/2026. Isinya, harga dolar AS sebesar Rp 17.294,- sepanjang sepekan, 6 Mei hingga 12 Mei 2026. Realitanya, nilai US$ selalu diatas Rp 17.300,-. Prediksi Menkeu Purbaya, meleset.

Diperlukan upaya lain lebih sistemik mengentas rupiah, termasuk sistem nilai tukar tetap (fix exchange rate, MFER). Dengan nilai rupiah “bermartabat.” Tidak terlalu tinggi, juga tidak terlalu rendah. Misalnya, Rp 10 ribu per-US$.Indonesia pernah memiliki Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 1959 Tentang Penetapan Harga Mata Uang Rupiah. Isinya, menghargai US$ sebesar Rp 45,-. Juga pak Harto, sampai tahun 1997. Rakyat tenang.

Berita Terkait :  Solusi Bertetangga di Era Digital, Telkomsel Kenalkan Aplikasi eRT di Surabaya

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!