29.6 C
Sidoarjo
Sunday, May 3, 2026
spot_img

USTDA Tawarkan Kerja Sama Investasi Infrastruktur Sektor Prioritas ke Pengusaha Jatim

Surabaya, Bhirawa.
United States Trade and Development Agency (USTDA) menawarkan peluang kerja sama investasi kepada pelaku usaha di Jawa Timur guna mendukung pembangunan infrastruktur di sejumlah sektor prioritas yang mencakup sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), transportasi (darat, laut, dan udara), serta infrastruktur digital dan pengembangan kota cerdas.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto beserta jajaran pengurus, sejumlah ketua asosiasi seperti Apindo, ALFI, dan INSA, serta 35 perusahaan anggota Kadin yang bergerak di bidang pengembangan proyek infrastruktur, energi, transportasi, dan digital.

Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, mengungkapkan pihaknya sangat terbuka dan menyambut gembira, apalagi kerja sama antara Jawa Timur dan Amerika Serikat tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik, tetapi juga kesiapan ekosistem pendukungnya.

Menurutnya, seperti yang disampaikan oleh pihak mitra internasional, pembangunan infrastruktur memiliki karakteristik yang berbeda dan berkembang sangat cepat, sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif.

“Dan Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur mengambil peran strategis dalam mengisi kebutuhan tersebut, khususnya melalui penguatan sumber daya manusia. Fokus ini menjadi penting agar pertumbuhan infrastruktur yang pesat dapat diimbangi dengan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tuntutan industri global,” terangnya, Minggu (3/5).

Dengan menitikberatkan pada pengembangan SDM, Kadin Jawa Timur berupaya memastikan bahwa setiap investasi dan proyek infrastruktur yang masuk, termasuk yang didukung melalui skema internasional, dapat memberikan manfaat maksimal bagi daerah. Tidak hanya dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal melalui transfer pengetahuan dan keterampilan.

Berita Terkait :  Pendaftaran Pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang 7 Gelombang II Tahun 2025 Dibuka

Ke depan, sinergi antara pembangunan infrastruktur dan kesiapan sumber daya manusia diharapkan mampu memperkuat daya saing Jawa Timur dalam menarik investasi global. Hal ini sekaligus sejalan dengan upaya memperluas kerja sama internasional, termasuk dengan Amerika Serikat, yang tidak hanya berorientasi pada proyek, tetapi juga pada pembangunan berkelanjutan dan kemitraan jangka tuturnya

Perwakilan U.S. International Development Corporation Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Adrian Bastien, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam pengembangan infrastruktur berkualitas tinggi.

“Kegiatan hari ini diselenggarakan bersama dengan U.S. Trade and Development Agency atau USTDA yang memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan infrastruktur berkualitas tinggi di berbagai negara. USTDA merupakan first mover pemerintah Amerika Serikat dalam pengembangan infrastruktur kritis di negara berkembang,” jelasnya.

Adrian menambahkan, peran tersebut diwujudkan melalui dukungan sejak tahap awal proyek, mulai dari identifikasi peluang, studi kelayakan, hingga persiapan proyek agar layak secara komersial dan siap didanai. Menurutnya, selama bertahun-tahun USTDA telah mendukung lebih dari US$ 127 miliar dalam ekspor, bekerja sama dengan lebih dari 380 komunitas dan usaha kecil, serta menghasilkan rata-rata US$ 226 ekspor untuk setiap US$ 1 yang diprogramkan. “Angka-angka ini menunjukkan dampak nyata dari kerja sama yang terstruktur dan berorientasi hasil,” katanya.

Berita Terkait :  Peduli Pembangunan Perumahan, Pemkab Gresik dapat Penghargaan Karmika Graha Abinaya

Untuk itu Adrian menegaskan bahwa USTDA berfokus pada sektor-sektor yang sejalan dengan prioritas pembangunan Indonesia, seperti infrastruktur digital, transportasi, energi dan mineral kritis, serta sistem kesehatan.

Selain USTDA, pemerintah Amerika Serikat juga melibatkan U.S. International Development Finance Corporation (DFC) sebagai lembaga pembiayaan pembangunan. “DFC melengkapi peran USTDA dengan menyediakan dukungan pembiayaan untuk proyek-proyek yang telah disiapkan dan dikembangkan. DFC berperan dalam memobilisasi modal swasta di sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, mineral kritis, dan teknologi maju,” paparnya.

Sementara itu Adrian melanjutkan bahwa pendekatan pemerintah Amerika Serikat dilakukan secara terintegrasi melalui kerja sama berbagai lembaga, termasuk Konsulat Jenderal, USTDA, DFC, Export-Import Bank, dan U.S. Foreign Commercial Service.

“Kolaborasi ini memungkinkan kami untuk mengidentifikasi proyek, memberikan dukungan teknis, menyediakan solusi pembiayaan, serta membantu mengatasi hambatan regulasi maupun implementasi yang seringkali memperlambat proyek infrastruktur,” ujarnya.[riq.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!