28 C
Sidoarjo
Tuesday, April 28, 2026
spot_img

Pemkot Kediri Sosialisasi Tahapan SPMB SMA/SMK 2026 ke Sekolah


Kediri, Bhirawa
Pemerintah Kota Kediri menggencarkan sosialisasi tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK Tahun 2026 kepada sekolah-sekolah. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh lulusan SMP dan MTs memahami mekanisme pendaftaran serta mendapat pendampingan saat proses seleksi.

Sosialisasi dilaksanakan Dinas Pendidikan Kota Kediri bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Selasa (28/4), dengan melibatkan seluruh perwakilan SMP dan MTs se-Kota Kediri.

Setiap sekolah diwakili tiga unsur, yakni Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, serta guru Bimbingan Konseling (BK). Mereka dibekali informasi teknis mengenai tahapan pendaftaran, perubahan jalur seleksi, hingga pendampingan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan sekolah menghadapi perubahan mekanisme SPMB. “Kegiatan ini merupakan wujud upaya dari Dinas Pendidikan untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan akses pendidikan lanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, Dinas Pendidikan juga memanfaatkan grup koordinasi WhatsApp sebagai sarana penyebaran informasi. Dengan koordinasi yang baik, seluruh lulusan SMP dan MTs di Kota Kediri diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

Mandung mengimbau sekolah membantu proses input data siswa serta mendampingi siswa dalam menentukan jalur pendaftaran yang sesuai. “Harapannya tidak ada siswa yang putus sekolah karena kendala administratif atau kurangnya informasi,” tegasnya.

Berita Terkait :  Perkuat Kerja Sama Magang Perawatan Lansia, Perusahaan Jepang Kunjungi UPT PSTW Pasuruan

Sementara itu, Kasi PMA dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri Chairul Effendi menjelaskan terdapat perubahan urutan tahapan SPMB tahun ini. Jika sebelumnya dimulai dari jalur afirmasi, lalu prestasi akademik dan domisili, maka tahun ini jalur domisili menjadi tahap pertama.

Tahapan berikutnya yakni jalur afirmasi, jalur prestasi hasil lomba, jalur mutasi orang tua, dan terakhir jalur prestasi nilai akademik.

Untuk jenjang SMA, kuota jalur domisili sebesar 35 persen yang terbagi dalam domisili reguler dan sebaran. Jalur afirmasi mendapat 30 persen, prestasi hasil lomba 5 persen, mutasi orang tua 5 persen, serta prestasi akademik 25 persen.

Sedangkan pada jenjang SMK, kuota domisili sebesar 10 persen, afirmasi 15 persen, mutasi 5 persen, prestasi hasil lomba 5 persen, dan prestasi akademik menjadi kuota terbesar yakni 65 persen.

Chairul menambahkan jalur domisili sebaran disiapkan untuk mengakomodasi kelurahan yang masuk wilayah rayon SPMB. “Sebagai contoh, satu sekolah meliputi 15 kelurahan, maka kuota tersebut akan dibagi rata ke setiap kelurahan. Dengan demikian, setiap wilayah memiliki kesempatan yang adil untuk mengakses sekolah tersebut,” terangnya.

Seluruh proses SPMB Tahun 2026 dilakukan secara daring melalui laman resmi SPMB Jawa Timur. Tahapan diawali dengan pengambilan PIN yang dijadwalkan mulai 28 Mei 2026.

“Setelah pengambilan PIN secara online, selanjutnya untuk proses verifikasi dan validasi dokumen, calon peserta didik bisa datang ke sekolah terdekat. Semua jalur pendaftaran dilakukan secara online, namun untuk saat ini masih tahap sosialisasi dan sistem masih kita persiapkan,” jelas Chairul.

Berita Terkait :  Warga Mojokerto Sambut Baik Penerapan QR Code untuk BBM Subsidi Pertalite

Apabila mengalami kendala saat pendaftaran, calon siswa dan orang tua dapat mendatangi sekolah tujuan terdekat, kantor Cabang Dinas Pendidikan, atau menghubungi layanan hotline di nomor 082 244 005 792. [van.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!