30 C
Sidoarjo
Tuesday, April 28, 2026
spot_img

Di Bawah Komando Mas Rusdi, Persekabpas Taklukkan Pasuruan United 3-1


Pasuruan, Bhirawa
Stadion R. Soedarsono, Pogar, Bangil, Kabupaten Pasuruan mendadak pecah Sabtu (25/4) sore. Ribuan pasang mata saksi hidup kembalinya taji Laskar Sakera julukan Persekabpas Pasuruan dalam laga uji coba melawan Pasuruan United.

Tak sekadar memetik kemenangan meyakinkan 3-1, momen ini menjadi penanda era baru manajemen di bawah komando HM Rusdi Sutejo (Mas Rusdi). Sejak peluit kick-off dibunyikan, anak-asuh manajemen baru tersebut langsung tampil menekan.

Permainan taktis dan determinasi tinggi ditunjukkan para pemain di lapangan hijau. Hasilnya, tiga gol berhasil disarangkan ke gawang lawan, sekaligus menjadi sinyal bahwa Persekabpas tidak main-main menatap Liga 3 Nasional mendatang.

Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo yang hadir langsung di tribun kehormatan tak mampu menyembunyikan kegembiraannya. Mengenakan atribut tim, pria yang akrab disapa Mas Rusdi ini tampak antusias mengamati setiap pergerakan pemain.

“Pertandingan ini sangat krusial. Kami ingin mencari bentuk permainan terbaik sebelum benar-benar terjun ke medan perang di Liga 3 Nasional nanti,” tegas Mas Rusdi dengan nada optimis.

Kemeriahan makin memuncak saat jeda turun minum. Manajemen memanfaatkan momentum tersebut untuk meluncurkan jersey tempur terbaru. Warna oranye menyala tetap dipertahankan. Bukan tanpa alasan, warna ini adalah simbol harga diri dan sejarah panjang sepak bola Pasuruan.

“Jersey baru ini adalah simbol semangat baru. Kami ingin identitas ini menjadi motivasi tambahan bagi pemain agar tampil habis-habisan demi prestasi daerah,” urai Mas Rusdi.

Berita Terkait :  Polres Bondowoso Raih Dua Penghargaan dari KPPN

Namun, di tengah pesta kemenangan tersebut, manajemen harus memberikan catatan merah kepada oknum suporter. Sebab sempat terdengar bunyi ledakan petasan di area tribun yang memicu kekhawatiran.

Manajer Persekabpas, Bayu, langsung memberikan peringatan keras. Ia mewanti-wanti bahwa euforia yang berlebihan bisa berujung petaka finansial bagi klub jika dilakukan di kompetisi resmi.

“Tolong dipahami, denda petasan itu tidak murah. Bisa ratusan juta rupiah. Itu sangat merugikan operasional tim,” tegas Bayu.

Ia berharap suporter bisa lebih dewasa dalam memberikan dukungan. Sebab, visi membawa Persekabpas naik kasta membutuhkan sinergi antara prestasi di lapangan dan ketertiban di tribun. “Tanpa kedisplinan suporter, jalan panjang menuju kasta tertinggi sepak bola nasional akan semakin terjal bagi Laskar Sakera,” imbuh Bayu. [hil.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!