32 C
Sidoarjo
Tuesday, April 28, 2026
spot_img

Pergeseran Nilai Sektor Properti Komersial dari Desain ke Kebijaksanaan Pengelolaan

Surabaya, Bhirawa

Seiring dengan terus berkembangnya sektor properti komersial di Indonesia, para pengembang dan pemilik aset kini menghadapi tantangan yang semakin besar, tidak lagi semata terkait desain atau lokasi, melainkan bagaimana pekerjaan proyek tersebut dikelola (managemen) di lapangan secara bijak.

Rahmat Daresa Alam, Head of Project Management Colliers Indonesia mengatakan, saat ini proyek tidak lagi dinilai hanya dari segi kualitas desain atau lokasi. Proyek semakin dinilai dari seberapa baik pelaksanaannya, tepat waktu, sesuai anggaran, dan dengan akuntabilitas yang jelas.

“Oleh sebab itu, pengembang dan pemilik aset didorong untuk mengadopsi sistem manajemen konstruksi dan manajemen proyek digital guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan dan pengawasan proyek,” cetus Rahmad, Selasa (28/4/2026).

Di tengah meningkatnya ekspektasi investor dan tuntutan tata kelola, banyak proyek konstruksi masih bergantung pada alur kerja yang terpecah, proses persetujuan berbasis dokumen fisik, serta pelaporan yang terlambat, hal ini secara konsisten mencerminkan adanya hambatan dalam pelaksanaan proyek.

Pada wawasan terbaru yang dirilis oleh Colliers Indonesia dengan tajuk Traditional to Digital Project Management: Streamlined Workflows, Real-time Monitoring, Better Outcomes, Colliers Indonesia melihat semakin lebarnya kesenjangan antara kompleksitas pengembangan properti modern dan sistem manajemen proyek yang masih didominasi oleh proses secara manual.

“Keterlambatan dalam mendeteksi pembengkakan biaya, siklus persetujuan yang lambat, serta terbatasnya visibilitas terhadap progres di lapangan menjadi sejumlah permasalahan utama yang memengaruhi hasil proyek,” ungkap Rahmat menambahkan.

Berita Terkait :  Maksimalkan Penataan Internal dan Eksternal

Perangkat lunak proyek manajemen memusatkan dokumentasi, proses persetujuan, dan pelaporan dalam satu sistem terpadu, sehingga memberikan visibilitas langsung terhadap anggaran, jadwal, dan proses pengambilan keputusan.

Namun, teknologi hanya merupakan bagian dari keseluruhan proses. Keberhasilan implementasi bergantung pada kepemimpinan yang kuat, tata kelola yang jelas, serta dukungan manajemen proyek yang berpengalaman untuk memastikan bahwa solusi digital diadopsi secara tepat dan selaras dengan tujuan proyek.

Bagi pengembang dan pemilik aset, dampaknya melampaui sekadar efisiensi konstruksi. Proyek yang terlambat atau melampaui anggaran dapat secara langsung memengaruhi nilai aset jangka panjang, strategi penyewaan, serta tingkat kepercayaan investor.

“Seiring dengan semakin kompetitif dan teregulasinya sektor properti komersial, peralihan dari manajemen proyek tradisional ke digital tidak lagi dipandang sebagai tren, melainkan sebagai kebutuhan strategis,” pungkas Rahmat. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!