Surabaya, Bhirawa
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menerima audiensi komunitas Tim Bisindo dan Aksesibilitas (TIBA) pada Jumat (24/04/2026).
Mereka mengeluhkan masih minimnya ketersediaan penerjemah bahasa isyarat di layanan kesehatan.
Dalam audiensi tersebut, komunitas TIBA menyampaikan bahwa keterbatasan penerjemah bahasa isyarat, khususnya di rumah sakit, masih menjadi kendala utama bagi penyandang tunarungu dan tuna wicara dalam mengakses layanan medis.
Kondisi ini kerap menyulitkan proses komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan, sehingga berdampak pada pemahaman informasi medis yang diterima oleh penyandang disabilitas.
Menanggapi hal itu, Arif Fathoni menegaskan bahwa layanan kesehatan sebagai bagian dari layanan publik harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Layanan pemerintah, termasuk layanan kesehatan, harus bersifat universal dan tidak boleh diskriminatif. Semua warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan yang layak,” ujarnya.
Ia menyebut, persoalan ketersediaan penerjemah bahasa isyarat menjadi perhatian penting yang perlu segera ditindaklanjuti.
“Ini menjadi catatan serius bagi kami. Dukungan komunikasi, termasuk penerjemah bahasa isyarat, sangat penting agar tidak ada hambatan dalam pelayanan, khususnya di sektor kesehatan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong adanya penguatan fasilitas pendukung di layanan publik agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap fasilitas pelayanan publik benar-benar inklusif, sehingga masyarakat penyandang disabilitas bisa mendapatkan layanan secara optimal,” tegasnya.
Selain isu layanan kesehatan, dalam audiensi tersebut juga disampaikan pentingnya memperluas akses kerja bagi penyandang disabilitas, sebagai bagian dari upaya menciptakan kesetaraan di berbagai sektor.
Dalam kesempatan itu, Arif Fathoni juga berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong perbaikan layanan yang lebih inklusif.
“Khususnya dalam memastikan ketersediaan akses komunikasi yang memadai di fasilitas kesehatan di Kota Surabaya,” pungkasnya. [dre]


