27 C
Sidoarjo
Thursday, April 23, 2026
spot_img

Ning Ita Tegaskan Data Valid Jadi Kunci Pembangunan Kota Mojokerto

Pemkot Mojokerto, Bhirawa
Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat tata kelola data sebagai fondasi pembangunan daerah. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Tata Kelola Satu Data Kota Mojokerto sesuai prinsip Satu Data Indonesia Tahun 2026, di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Kamis (23/4).

Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan, implementasi Satu Data Indonesia sebagaimana amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi kebutuhan strategis bagi pembangunan daerah.

”Data tidak hanya dirilis dan disampaikan kepada pihak yang membutuhkan, tetapi menjadi dasar perencanaan dan pembangunan program kegiatan, baik oleh pemerintah daerah maupun pihak lainnya. Jika data tidak valid, maka program dan kegiatan tidak akan tepat sasaran,” ujar Ning Ita.

Ning Ita menambahkan, data yang tidak akurat akan berdampak pada tidak tercapainya output dan outcome program sesuai harapan. Karena itu, validitas data menjadi faktor penting dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran dan efektif.

Selain valid, Ning Ita juga menekankan bahwa data bersifat dinamis sehingga harus terus diperbarui secara berkala. Menurutnya, data harus dapat dipertanggungjawabkan dari sisi sumber maupun tingkat keakuratannya, serta mudah diakses oleh masyarakat maupun pihak yang membutuhkan.

Ning Ita turut menyoroti tren penurunan akses pada portal Satu Data Kota Mojokerto. Berdasarkan catatan, tingkat akses tertinggi terjadi pada tahun 2023, kemudian menurun pada 2024 dan kembali mengalami penurunan pada 2025.

Berita Terkait :  Dukung Pembatasan Medsos Anak, Ketua DPD RI: Agar Tak Sia-sia Pemerintah Pasok MBG

”Hal ini perlu dievaluasi bersama, apakah karena masyarakat tidak membutuhkan data yang kita sajikan, atau ada kendala dalam sistem yang perlu kita perbaiki,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto, Citra Mayangsari, menjelaskan, FGD ini bertujuan memperkuat koordinasi perangkat Satu Data Kota Mojokerto dalam pengelolaan data, meningkatkan kualitas data strategis sektoral dari perangkat daerah, serta membangun komitmen bersama dalam mendukung transformasi digital dan layanan publik berbasis data.

FGD menghadirkan Tenaga Ahli Data Scientist Farida sebagai narasumber utama. Kegiatan berlangsung selama dua hari, dengan hari pertama diisi pemaparan materi, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan desk bersama masing-masing perangkat daerah. [oky.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!