DPRD Tulungagung, Bhirawa
Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Tulungagung Bergerak di Kantor DPRD Tulungagung, Kamis (23/4) siang, sempat ricuh.
Sempat terjadi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian saat para pengunjuk rasa itu akan memasuki Kantor DPRD Tulungagung secara bersama-sama.
Bahkan kericuhan kembali terjadi ketika semua mahasiswa diperbolehkan masuk semua ke dalam area dalam Kantor DPRD Tulungagung.
Tiba-tiba dua orang mahasiswa menurunkan bendera merah putih menjadi setengah tiang dan membuat marah aparat keamanan yang berjaga di dalam kantor dewan itu.
Setelah mendapat peringatan dari aparat kepolisian dan TNI, akhirnya bendera kembali dikerek menjadi satu tiang penuh. Mahasiswa sempat pula membakar ban bekas di jalan depan Kantor DPRD Tulungagung, sembari melakukan orasi di atas mobil dan membentangkan beberapa spanduk dan poster.
Saat ditemui empat anggota DPRD Tulungagung, yakni Asrori, Adrianto, Renno Mardi Putro dan Saipul Anwar, mahasiswa membacakan tuntutannya.
Di antaranya mendukung penuh KPK untuk melakukan penyelidian dan penyidikan secara penuh dugaan tindak pidana korupsi di lingkup Pemkab Tulungagung, menuntut DPPRD Tulungagung untuk mempertanggungjawabkan penetapan RAPBD, mendesak DPRD Tulungagung untuk menjalankan fungsi pengawasan secara ketat terhadap realisasi program pemerintah daerah yang tertuang dalam APBD dan menuntut Pemkab Tulungagung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kegagalan menjaga integritas pemerintahan.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa ini sempat pula berdialog dengan empat anggota dewan yang secara khusus mendapat mandat dari pimpinan DPRD Tulungagung untuk menemui mahasiswa pengunjuk rasa.
Seperti diketahui, saat ini semua anggota DPRD Tulungagung sedang melakukan naskah akademik di Kota Malang. Asrori usai aksi unjuk rasa menyatakan dukungannya atas tuntutan mahasiswa.
“Kami setuju dengan semua tuntutan masih selama dalam koridor undang-undang. Nanti kami sampaikan semua tuntutan mahasiswa ke pimpinan dewan,” katanya.
Ia menyambut baik aspirasi mahasiswa yang disampaikan pada DPRD Tulungagung. Dan berharap Tulungagung lebih baik ke depannya.
“Pengawasan sesuai undang-undang kami lakukan. Tuntutan mahasiswa akan kita kawal dan mudah-mudahan Tulungagung Tulungagung ke depan lebih baik lagi,” paparnya. [wed.dre]


