28.4 C
Sidoarjo
Sunday, June 14, 2026
spot_img

Angka Kematian Masih Tinggi, Wamenhaj Evaluasi Total Layanan Haji

Kota Malang, Bhirawa
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berkomitmen melakukan perombakan total terhadap sistem penyelenggaraan ibadah haji di masa depan. Evaluasi diarahkan pada fase krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), hingga rencana pengetatan syarat istitha’ah kesehatan jemaah secara signifikan untuk musim haji tahun 2027 mendatang.

Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, usai takziah di kediaman H Muhaimin petugas haji yang istrinya (Diana Mafluhah) meninggal dunia.

”Kami akan merombak pola penugasan petugas lapangan demi memastikan pelayanan berjalan lebih intensif dan maksimal, terutama pada fase krusial pergerakan jemaah di Armuzna,” ujar Dahnil.

”Tahun lalu pada tanggal yang sama, angka jamaah wafat dari Jawa Timur mencapai 104 orang. Tahun ini tercatat 65 jamaah wafat per tanggal ini. Artinya ada penurunan drastis, namun ini tetap menjadi catatan penting karena Jawa Timur menjadi penyumbang angka wafat terbesar di Indonesia,” ungkapnya.

Maka Dahnil memastikan persyaratan kesehatan (istitha’ah kesehatan) untuk keberangkatan haji tahun 2027 akan diperketat. Langkah preventif diambil guna menyaring jamaah dengan komorbiditas berat demi keselamatannya selama di Tanah Suci. Sistem seleksi lebih selektif akan menyasar jamaah dengan indikasi medis tertentu, seperti gejala demensia, gangguan ginjal kronis, Tuberkulosis (TBC), serta penyakit Berisiko Tinggi (Risti) lainnya.

Terkait rencana penghapusan tenda maktab Tipe D di Mina, Dahnil menyambut positif perubahan ini sebagai bentuk nyata peningkatan fasilitas. Namun, peningkatan mutu ini dipastikan berimplikasi pada aspek pembiayaan. Kini pemerintah merumuskan anggaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 yang berkeadilan di tengah tantangan penguatan kurs Dolar AS, guna menjaga keterjangkauan bagi jamaah sekaligus keberlanjutan ekosistem keuangan haji nasional.

Berita Terkait :  Jelang Pilkada, Ika Uinsa Korda Sumenep Rapatkan Barisan

Dahnil di Kota Malang secara khusus untuk takziah di rumah duka salah satu petugas haji Media Center Haji (MCH) asal Malang, Muhaimin (Cak Aim), yang juga seorang jurnalis. Kunjungan ini bentuk apresiasi atas dedikasi Muhaimin yang tetap bertugas melayani jamaah di Tanah Suci, meskipun sang istri berpulang ke Rahmatullah di tanah air.

”Secara personal dan kelembagaan, saya mewakili negara mengucapkan terima kasih atas dedikasi Cak Muhaimin. Di tengah musibah kehilangan istri, beliau tetap memilih menunaikan tanggung jawabnya melayani jamaah sampai selesai. Ini adalah contoh nyata integritas seorang petugas haji,” tutur Dahnil.

Menurut Dahnil, kementerian yang baru dibentuk ini memandang seluruh jemaah dan petugas sebagai satu keluarga besar. Sikap keteguhan hati yang ditunjukkan Cak Aim diharapkan dapat menjadi standar dan inspirasi dalam proses rekrutmen petugas haji di masa depan.

Dalam kunjungan ini, Wamen juga menyempatkan diri melihat kondisi putri tunggal almarhumah bernama Mia, seorang atlet taekwondo berprestasi di Malang, yang kini dirawat dengan baik oleh keluarga besarnya selama sang ayah bertugas di Arab Saudi.

Saat ini, Cak Aim masih berada di Arab Saudi tergabung dalam Daerah Kerja (Daker) Bandara-salah satu wilayah kerja dengan beban tugas paling berat dan dijadwalkan baru kembali ke Indonesia pada 2 Juli mendatang setelah mengawal pemulangan jemaah haji gelombang kedua di Madinah. [mut.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!