26 C
Sidoarjo
Wednesday, April 22, 2026
spot_img

Dugaan Keracunan MBG, Pemkot Madiun Adakan Evaluasi Seluruh Pengelola SPPG

Kota Madiun, Bhirawa
Dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 01 Demangan belum lama ini, langsung memantik reaksi Pemerintah Kota Madiun mengadakan evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur MBG pun disiapkan.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun meminta seluruh pihak terkait segera menyusun laporan resmi untuk disampaikan ke Badan Gizi Nasional (BGN).

’’Kami minta bappeda, dinkes, dan rumah sakit membuat laporan ke BGN,’’ tegas Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun saat diwawancarai awak media usai Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi Atas LKPJ Wali Kota Madiun 2025, Rabua (22/4).

Dikatakan oleh F. Bagus Panuntun, langkah tersebut dirasa perlu untuk memastikan validitas data yang dikirim ke pemerintah pusat sekaligus menjadi dasar evaluasi program. Tak hanya itu, Pemkot juga akan berkoordinasi dengan BGN untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

Tentunya termasuk mengevaluasi operasional dapur MBG. ’’Supaya kejadian seperti ini tidak terulang,’’jelasnya.

Sekarang ini lanjutnya, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Madiun, wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan. Jika ditemukan pelanggaran, tidak menutup kemungkinan dapur MBG direkomendasikan untuk ditutup.

’’Kalau melanggar, bisa direkomendasikan untuk ditutup,’’ tegasnya. Namun, tentu tidak boleh gegabah. Pemkot masih menunggu hasil pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian. Sebagai langkah lanjutan, pengawasan terhadap seluruh dapur MBG di Kota Madiun akan diperketat. Selain itu, pemkot akan mengumpulkan seluruh pengelola SPPG untuk melakukan evaluasi bersama. ’’Agenda sosialisasi dijadwalkan ulang,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Cagub Jatim Luluk Nur Hamidah: Kembangkan Potensi Wisata hingga Tingkat Desa

Masih menurut Plt Wali Kota, juga mengingatkan pentingnya disiplin terhadap standar operasional. Khususnya dalam memastikan kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah. ’’Harus dicek sebelum dikirim ke sekolah,’’pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Madiun, Des. H. Armaya usai Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi Atas LKPJ Wali Kota Madiun 2025 kepada awak media, saat diminta tanggapan adanya dugaan keracunan MBG terjadi di Kota Madiun belum lama ini, pihaknya sangat mendukung hal itu untuk dievaluasi bersama.

Masalah kapan itu telah diadakan pertemuan di Akmil Lemhanas belum lama ini, DPRD juga diminta turut serta ikut mengawasi pelaksanaan MBG, KDKMP dan SR.

Dalam hal ini, menuurut Armaya, khususnya dugaan keracunan MBG, hendaknya Plt Wali Kota Madiun harus bijak mengambil langkah-langkah yang strategis agar tidak terjadi lagi.

Karena kondisi di Kota Madiun ini berbeda dengan daerah lain. Karena Kota Madiun dengan kuas 33 kilo meter persegi, tentuanya dalam memasak persiapan tentunya lebih praktis.

“Untuk itu, dalam hal dugaan keracunan MBG ini, Plt Wali Kota Madiun mengambil langkah mengumpulkan pada pengelola MBG, SPPG diberikan arahan, agar hal serupa tidak akan terjadi lagi,”pungkas Armaya. [dar.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!