28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, June 16, 2026
spot_img

Mahasiswa FT UB Raih Gelar Juara di International Youth Summit Malaysia


Kota Malang, Bhirawa
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Tim mahasiswa FT UB berhasil meraih Juara 3 dalam ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, belum lama ini.

Ajang bergengsi ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation yang bekerja sama dengan Universiti Putra Malaysia melalui Centre of Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM), Malaysia. Kompetisi dan forum internasional tersebut diikuti oleh 465 peserta yang berasal dari enam negara.

Dekan FT UB melalui tim pembimbing, Eka Maulana, ST MT MEng dan Cries Avian, ST MT PhD, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian ini. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FT UB mampu menghasilkan gagasan inovatif dan visioner yang siap bersaing di tingkat global serta relevan dengan kebutuhan pembangunan masa depan.

Tim FT UB yang sukses membawa pulang penghargaan tersebut beranggotakan lima mahasiswa kreatif, yakni Muhammad Pandu Pradana, Aina Salsabila, Fahmy Almaliki Dwi Aditya, Irsyad Annafi Nurhikmah, dan Muhammad Nashirulloh Aryanto.

Dalam kompetisi tersebut, mereka mengusung karya ilmiah berjudul “KALAOTOA RISE: A Framework for The Development of A Resilient, Integrated, Smart, and Ecological Island on Kalaotoa Island, South Sulawesi.”

Gagasan ini menawarkan kerangka pengembangan pulau kecil berbasis energi terbarukan, teknologi pintar, dan keberlanjutan ekologi untuk menjawab tantangan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Berita Terkait :  Magang KKP di Pengadilan Agama, Mahasiswa FH Untag Lihat Langsung Praktik Peradilan

“Konsep KALAOTOA RISE ini kami rancang untuk mengintegrasikan berbagai sumber energi terbarukan. Di antaranya teknologi Oscillating Water Column (OWC) untuk memanfaatkan energi gelombang laut, kombinasi turbin angin HAWT-VAWT, serta teknologi Bio-Solar DSSC berbasis pigmen organik lokal,” ujar salah satu anggota tim, Aina Salsabila.

Aina menjelaskan, seluruh sumber energi tersebut dirancang terhubung dalam sistem microgrid yang dikelola menggunakan Smart Energy Management System (SEMS) berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). Sistem ini juga dilengkapi bank baterai LiFePO?, penyimpanan energi berbasis hidrogen, serta mekanisme community energy trading.

Melalui inovasi ini, tim FT UB menargetkan sejumlah dampak strategis di Pulau Kalaotoa, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Mulai dari meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, mengurangi ketergantungan pada solar, memperkuat konektivitas digital, hingga mendukung sektor pariwisata dan pelestarian ekosistem pesisir.

“Kami berharap model pengembangan ini nantinya dapat direplikasi pada wilayah kepulauan dan daerah terpencil lainnya di Indonesia, sehingga bisa berkontribusi nyata pada transisi energi nasional,” imbuhnya.

Kompetisi ketat ini juga diikuti oleh berbagai perguruan tinggi ternama dari dalam dan luar negeri. Di babak final, tim UB harus bersaing dengan kompetitor kuat seperti UGM, ITS, IPB, Unair, Undip, Unesa, Polinema, serta delegasi internasional dari Malaysia dan South Sudan. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!