Pemprov Jatim, Bhirawa
Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk mendorong pembangunan data dan ilmu pengetahuan di Jatim.
Langkah ini terlihat dengan diluncurkannya Riset Kolaborasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Jawa Timur Melaju 2026 yang dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Rapat Kerja I Tahun 2026 Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur di UIN Syekh Wasil Kediri.
Khofifah berharap kolaborasi antara pemangku kebijakan dengan dunia pendidikan tinggi bisa menghasilkan implementasi maksimal untuk kemajuan Jawa Timur. Terutama dengan menghasilkan pembangunan yang berbasis data dan ilmu pengetahuan.
“Ini menjadi tantangan besar bagi seluruh civitas akademika, karena sangat penting bagaimana kolaborasi ini untuk bisa menghasilkan riset-riset unggulan untuk Jawa Timur Maju Melaju,” kata Khofifah.
Menurutnya jika Jawa Timur maju melaju, bukan tidak mungkin SDM Jatim memiliki daya dorong yang sangat kuat untuk Indonesia maju melaju.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya applied science atau ilmu terapan dalam menjembatani riset perguruan tinggi dengan kebutuhan berbagai sektor, termasuk dunia industri dan dunia usaha. Ini berlaku untuk koneksitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Nantinya, riset kolaboratif yang dilakukan PTN Jawa Timur ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi aplikatif terhadap berbagai kebijakan di Jatim.
“Kami ini relatif sering silaturahim dengan para pengambil keputusan. Harapannya, hal-hal seperti ini bisa tersampaikan. Membangun tim kolaborasi riset unggulan yang bisa menguatkan peran-peran strategis dari perguruan tinggi menurut saya adalah niat yang sangat mulia,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur Prof. Nurhasan mengatakan bahwa forum rektor ini menjadi momentum untuk memperkuat peran ilmu pengetahuan dalam pembangunan daerah.
Ia juga mengatakan, PTN siap mendorong pembangunan berkelanjutan dan transformasi digital serta bergerak sebagai penggerak perubahan.
“Kita sudah mengumpulkan anggaran masing-masing PTN Rp 1 miliar, jadi kita sudah punya anggaran Rp 15 miliar untuk mendukung program-program Perguruan Tinggi Jawa Timur,” tegas Nurhasan.
“Semua persoalan bangsa harus kita petakan by design. Oleh karena itu, sinergi antar PTN dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi kunci utama. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, kita harus kolaborasi lintas institusi, lintas disiplin, bahkan lintas sektor,” pungkasnya.
Sebagai tuan rumah, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menilai rapat kerja ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi pembangunan berbasis riset.
Ia menegaskan, peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain itu, perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi jembatan keilmuan yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat.
“Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, kami optimistis akan lahir inovasi yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian daerah,” tandasnya. [ina.van/nov.gat]


