Surabaya, Bhirawa
Peningkatan kompetensi menjadi fokus Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk menghadirkan mutu pendidikan yang lebih baik. Komitmen ini menjadi dasar dalam pengembangan kemampuan guru, termasuk bagi jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB). Sebagai wujud nyata, Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui Bidang PKPLK berkolaborasi dengan SMKN 3 Surabaya menggelar pelatihan service peralatan rumah tangga listrik bagi 15 guru-guru SLB di Surabaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengimbasan SMK PK yang rutin dilaksanakan, sekaligus turut menyemarakkan penyelenggaraan LKS Dikmen 2026 tingkat provinsi yang berlangsung 6-10 April 2026.
Kepala Bidang PKPLK Dindik Jatim, Mudianto, menjelaskan, pelatihan ini bertujuan membekali guru SLB dengan keterampilan vokasi di bidang teknik. Diharapkan nantinya, ilmu ini akan bisa dipraktekkan secara langsung kepada murid ABK. Dengan begitu, mereka tidak hanya mendapat ilmu akademik, tetapi juga keterampilan vokasi praktis.
“Kalau murid hanya mengandalkan akademik, setelah lulus mereka akan kesulitan dan menjadi beban keluarga. Dengan bekal vokasi, mereka bisa bekerja atau bahkan memulai usaha sendiri. Nah, ini kita mulai kita bekali melalui gurunya dulu,” ujarnya, Rabu (8/4).
Mudianto menekankan, program pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi murid dalam prakteknya. Selain itu, dengan bekal pelatihan yang terus dilakukan akan menumbuhkan kemandirian murid. “Kemampuan vokasi juga bisa membantu ekonomi keluarga, sekaligus memberi kesempatan bekerja dari rumah,” katanya.
Pelatihan kali ini fokus pada servis alat rumah tangga listrik seperti setrika, kipas angin, dan magic jar. Menurut Mudianto, keterampilan ini mudah dipraktikkan, bermanfaat bagi rumah tangga, serta cocok bagi murid dengan keterbatasan fisik maupun sensorik.
Mudianto menggambarkan, dipilihnya service alat rumah tangga karena nantinya murid ABK bisa memperbaiki alat sendiri atau melayani pesanan dari rumah tanpa harus keluar. Pelayanan perbaikan alat rumah tangga ini, kata Mudianto terbilang sederhana dan bisa dilakukan oleh ABK jika memang berniat membuka usaha rumahan berupa jasa.
Tak hanya itu, ia juga menyebut program ini juga membuka peluang guru-guru SLB untuk mereplikasi pelatihan di sekolah masing-masing. “Kami berharap SMK lain di kabupaten-kota berbeda bisa melakukan hal yang sama, sehingga guru SLB seluruh Jawa Timur bisa dilatih oleh guru SMK, dan selanjutnya melatih murid-murid mereka,” jelas Mudianto.
Sementara itu, Kepala SMKN 3 Surabaya, Makhmud, menjelaskan bahwa program ini dimanfaatkan SLB Kota Surabaya untuk meningkatkan keterampilan guru dan pendampingan terhadap siswa. “Harapannya, guru yang mengikuti dapat melatih siswa SLB dan memberikan manfaat lebih luas bagi sekolah,” ujarnya.
Makhmud menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan agar program pengimbasan SMK PK dapat berkelanjutan. Di mana program ini juga melibatkan murid SMKN 3 Surabaya sebagai pendamping. Mereka yang terpilih dalam mendampingi pelatihan ini, kata Makhmud, dinilai memiliki kompetensi paripurna karena terbukti diterima industri sebelum lulus maupun masih proses magang industri.
“Jika guru SLB membutuhkan pendampingan lebih lanjut, kami siap memberikan pendampingan untuk berbagai kompetensi yang ada di sekolah. Anak-anak yang mendampingi pelatihan memiliki kompetensi yang lengkap, terbukti diterima industri maupun magang,” tambahnya.
Sementara itu, Guru SLB Fajar Harapan Surabaya, Adib Wahyono, menyebut bahwa pelatihan ini menjadi pengalaman pertama yang sangat bermanfaat. “Ilmu yang diperoleh sangat membantu keterampilan mandiri siswa, terutama bagi anak berkebutuhan khusus. Para peserta antusias karena ini hal baru dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Adib menjelaskan, murid dengan berbagai kebutuhan khusus, seperti autis, keterbatasan intelektual (grahita), maupun keterbatasan pendengaran, dapat mengikuti praktik servis ini. Syarat utamanya adalah motorik dan daya ingat murid cukup baik.
“Ke depannya, kami berencana menambahkan program teknik dan pengadaan alat-alat agar pelatihan semakin optimal,” tutupnya. [ina.wwn]


