29 C
Sidoarjo
Monday, May 25, 2026
spot_img

Meluruskan Persepsi Terhadap Idul Adhadi Madura

Oleh:
Sihabuddin
Penulis adalah Dosen Program Studi Ilmu KomunikasiUniversitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.

Idul Adha merupakan salah satu hari besar Islam yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Perayaan Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 dzul hijjah yang mana pada hari tersebut umat Islam tidak hanya melakukan sholat Idul Adha tetapi juga melakukan ritual penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan sampai tiga setelahnya yang disebut dengan hari tasrik, hewan kurban berupa unta, sapi, kerbau, domba dan kambing.Makna Idul Adha sendiri adalah perayaan keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan, yang berakar pada sejarah Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah. Namun Allah segera menggantinya dengan seekor domba sebelum pisau menyentuh leher Nabi Ismail AS. Peristiwa inilah yang kemudian diabadikan sebagai hari raya kurban untuk memperkuat ketakwaan, solidaritas sosial, dan berbagi kepada sesama.

Sebagai salah satu hari besar di dalam agama yang penganutnya salah satu terbesar di dunia Idul Adha dirayakan dengan berbagai tradisi unik di berbagai daerah di seluruh dunia. Seperti di Pakistan yang manaHewan kurban dibersihkan, diwarnai, dan dihiasi dengan kalung bunga serta manik-manik sebelum hari penyembelihan.Sedangkan di Arab SaudiKurban unta menjadi hal yang lumrah dan dianggap sangat mulia, dengan distribusi daging yang dikelola langsung oleh pemerintah hingga ke berbagai negara. Di Afghanistan pada saat perayaanKurban keluarga muslim di sana memiliki kebiasaan menghias tangan dan kaki dengan henna serta bertukar manisan. Sedangkan di TurkiMenjelang hari raya, masyarakat akan pergi ke pasar hewan kurban khusus yang disebut Pazar, di mana proses tawar-menawar yang akrab dilakukan. Berbeda dengan Tiongkok umat Islam dari etnis minoritas di Tiongkok terbiasa menyalakan dupa di masjid-masjid sebelum menyembelih kurban dan membagikannya ke kerabat.

Berita Terkait :  Genjot Realisasi, Gencarkan BMW Bantu Wajib Pajak Bayar PBB

Tidak ketinggalan Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia memiliki beberapa tradisi unik di sejumlah daerahnya dalam perayaan Idul Adha seperti tradisi Grebeg Gunungan di Yogyakarta, Manten Sapi di Pasuruan yang mendandani sapi jantan sebelum diserahkan ke panitia kurban dan tradisi Abda’u dan Kaul Negeri di Maluku Tengah yang mana warga Negeri Tulehu melakukan arak-arakan dengan menggendong kambing keliling desa yang diiringi lantunan zikir, kemudian ditutup dengan berebut kambing tersebut oleh para pemuda. Selain itu masih banyak tradisi unik dalam perayaan Idul Adha di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu yang mendapat perhatian masyarakat adalah tradisi toron di Madura.

Sebenarnya makna toron adalah turun yang artinya dari atas ke bawah namun dalam kosa kata bahasa Madura toron tidak hanya bermakna dari atas ke bawah tetapi juga bermakna pulang kampung. Menurut analisa penulis kenapa orang Madura menggunakan istilah toron untuk pulang kampung karena zaman dulu sebelum ada jembatan Suramadu orang Madura harus naik ke kapal dulu begitu pula saat pulangnya ke Madura harus turun dari kapal. Selain itu bisa jadi karena banyak orang Madura yang tinggal di Tapalkuda Jawa Timur berdomisili di daerah yang banyak gunungnya sedangkan di Madura tidak ada gunung, hanya ada bukit. Maka dari itu kalau orang Madura mau ke Jawa disebut onggha (dibaca ongghe) yang artinya naik kalau pulangnya disebut Toron. Sebagai wilayah yang dikenal dengan Islamnya yang kental orang Madura akan pulang kampung atau toron saat hari raya besar Islam termasuk Idul Adha.

Berita Terkait :  Baguna DPC PDIP Surabaya Salurkan Bantuan Warga Terdampak Kebakaran Dupak Timur

Kesalahan Persepsi Masyarakat NonMadura
Di Madura setiap hari besar Islam dirayakan dengan begitu meriahnya terutama saat Idul Fitri, Maulid Nabi dan Idul Adha. Pada waktu inilah banyak orang Madura yang diperantauan pulang kampung untuk merayakan hari-hari besar tersebut bersama keluarga. Namun, hari besar yang paling banyak orang Madura pulang kampung ialah Idul Fitri sama dengan masyarakat Indonesia pada umunya yang mana Idul Fitri lebih meriah. Namun, masyarakat NonMadura khususnya di Solo, Jogja dan sekitarnya menyangka Idul Adha di Madura jauh lebih besar daripada Idul Fitri. Padahal kenyataannya secara seremonial dan sebagainya hari raya Idul Fitri di Madura jauh lebih meriah daripada Idul Adha. Persepsi orang luar Madura terkait dengan Idul Adha di Madura yang disangka lebih besar dari Idul Fitri karena pada saat Idul Adha orang Madura di perantauan juga banyak yang pulang kampung seperti Idul Fitri dan memang Idul Adha di Madura sangat meriah dibandingkan dengan Idul Adha di Jawa. Namun Idul Adha di Madura tetap tidak sebesar Idul Fitri di Madura perayaannya.

Untuk memvalidasi bahwasannya Idul Fitri di Madura lebih meriah daripada Idul Adha penulis sampai bertanya langsung ke beberapa informan di berbagai wilayah di empat kabupaten di Madura mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep dan jawabannya sama “Idul Fitri lebih meriah daripada Idul Adha”. Kemeriahan tersebut bisa dilihat dari lama perayaan Idul Fitri perayaannya tujuh hari yang ditutup dengan lebaran ketupat, sedangkan Idul Adha hanya tiga hari. Idul Fitri orang Madura berlomba-lomba membeli pakaian baru, sedangkan di Idul Adha tidak ada tradisi membeli pakaian baru. Idul Fitri orang Madura mengecat rumah, potong rambut bahkan ada yang sampai mewarnai kuku untuk para gadis, sedangkan di Idul Adha tidak ada tradisi ini. Idul Fitri yang lebih dewasa memberikan salam tempel yang berupa uang kepada anak kecil atau orang yang dihormati sedangkan di Idul Adha tidak ada tradisi ini. Idul Fitri saling berkunjung ke rumah saudara, Idul Adha juga ada tetapi tidak semeriah seperti Idul Fitri bahkan tidak berkunjung tidak masalah. Intinya Idul Adha di Madura tidak semeriah Idul Fitri di Madura, tetapi jika dibandingkan dengan Idul Adha di Jawa Idul Adha di Madura sangat meriah.

Berita Terkait :  98 Peserta UTBK Unesa Absen, Panitia Nyatakan Gugur

———– *** —————

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!