Gunakan Metode Live Medsos Dongkrak Penjualan Hewan Kurban
Oleh:
Arif Yulianto, Kabupaten Jombang
Menjelang Hari Raya Idul Adha, seorang peternak muda asal Dusun Semanding, Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Abdul Ghofur (25) memilih cara yang unik untuk mendongkrak penjualan hewan kurbannya.
Pemilik usaha ternak ‘Family Farm’ itu melakukan live media sosial (medsos) untuk memasarkan kambing untuk kebutuhan kurban.
Dia mengaku, sudah beberapa tahun terakhir ini menggunakan metode pemasaran secara online. Dengan Metode tersebut, diharapkan jangkauan pembeli makin luas.
Abdul Ghofur mengatakan, metode live medsos ini cukup membantu untuk membangun kepercayaan kepada para pelanggan, terutama pelanggan yang berasal dari luar Jombang.
Abdul Ghofur menuturkan, pemasaran hewan kurban melalui live medsos efektif karena calon pembeli bisa melihat langsung kondisi hewan tanpa calon pembeli itu datang ke kandang.
“Lewat live, pembeli bisa melihat kondisi kambing secara detail. Mulai ukuran sampai kesehatannya,” kata Abdul Ghofur, Senin (25/05).
Ketika Abdul Ghofur ber-live medsos, dia memperlihatkan kondisi kambing yang sudah dirawat dan juga dicukur agar kelihatan lebih bersih.
Dalam siaran langsung tersebut, Ghofur memperlihatkan kondisi kambing yang telah dirawat dan dicukur agar tampak lebih bersih.
Saat ini, pelanggan usaha ternak ‘Family Farm’ milik Abdul Ghofur tidak hanya datang dari dalam Kabupaten Jombang Jombang saja, tapi juga dari daerah-daerah di sekitar Kabupaten Jombang seperti Mojokerto maupun Kediri.
Selain menjual kambing untuk kebutuhan kurban, Abdul Ghofur juga membuka layanan cukur bulu kambing dan domba.
Untuk kedua jasa ini, dia mengaku mengalami kenaikan yang signifikan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Pada hari biasa, Abdul Ghofur hanya menerima satu hingga dua ekor hewan untuk dicukur. Namun pada momen menjelang Idul Adha, jumlahnya mencapai sekitar 10 ekor per hari.
Dia mematok tarif jasa cukur hewan kurban mulai Rp.20 ribu hingga Rp.50 ribu per ekor, sesuai dengan ukuran hewan.
“Kalau tampilannya bersih dan rapi, biasanya lebih menarik bagi pembeli,” tutur Abdul Ghofur.
Untuk diketahui, pada musim kurban tahun ini usaha ternak ‘Family Farm’ menyediakan sekitar 40 ekor kambing. Untuk harganya berkisar Rp.2 juta hingga Rp.4 juta per ekor.
Hingga akhir bulan Mei 2026 ini, separuh lebih stok telah berhasil dijual. Dari penjualan hewan kurban tahun ini, omzet usaha ternak ‘Family Farm’ mencapai angka Rp.40 juta hingga Rp.50 juta.
Selain itu, ‘Family Farm’ juga menyediakan layanan hewan kurban hingga hari penyembelian untuk pembeli yang sudah melakukan pembelian hewan kurban lebih awal.
Menurut salah satu pelanggan, Ali Fikri (22), penampilan hewan kurban menjadi salah satu pertimbangan yang penting bagi calon pembeli.
Ali Fikri menuturkan, kambing ataupun domba untuk kebutuhan kurban jika terlihat bersih, lebih diminati calon pembeli dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Kalau .bulunya bersih dan rapi, pembeli biasanya lebih tertarik,” tutup Ali Fikri. [rif.gat]


