Surabaya, Bhirawa
Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah (LKS Dikmen) tingkat Provinsi Jawa Timur resmi digelar pada 6-10 April 2026. Salah satu lokasi pelaksanaan berada di SMKN 6 Surabaya yang menjadi tuan rumah untuk lima bidang lomba dengan total 146 peserta.
Lima bidang kompetensi yang dilombakan di sekolah tersebut meliputi Restaurant Service, Hotel Resepsionis, Fashion Technology, Hair Dressing, dan Beauty Therapy. Untuk mendukung pelaksanaan lomba, panitia menyiapkan 15 ruangan.
Kepala SMKN 6 Surabaya, Asyharuddin, merinci jumlah peserta di masing-masing bidang, yakni Restaurant Service diikuti 20 siswa, Hotel Resepsionis 36 siswa, Fashion Technology 54 siswa, Hair Dressing 17 siswa, serta Beauty Therapy 19 siswa.
Diajang kompetisi ini, Asy menyebut mengirimkan lima siswa untuk berkompetisi di lima bidang, yakni Hotel Resepsionis, Fashion Technology, Hair Dressing, Beauty Therapy, dan Cooking.
“Insya Allah kita berupaya untuk mengantarkan anak-anak kita lolos hingga ditingkat nasional. Dari 5 ini kita targetkan minimal 3 bidang lomba kompetensi. Tapi mudah-mudahan seluruh perwakilan mampu melakukan ke tahap nasional,”ucap Asy.
Ditambahkan Asy, terdapat tiga bidang unggulan yang menjadi andalan sekolah, yakni Beauty Therapy, Hair Dressing, dan Cooking. Ketiganya sebelumnya telah mencatatkan prestasi baik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kami melakukan persiapan sejak awal, tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga melatih mental dan psikologis siswa,” tegasnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Lomba Fashion Technology, Dwi Effendi, menjelaskan adanya pembaruan dalam sistem lomba tahun ini, khususnya pada Modul 1 Desain Digital. “Modul desain yang sebelumnya dilakukan secara manual, kini sudah berbasis digital menggunakan aplikasi. Ini merupakan penyesuaian menuju standar kompetisi internasional seperti World Skills dan ASEAN Skills,” jelasnya.
Ia menyebutkan, dalam bidang Fashion Technology murid harus menyelesaikan tiga modul dengan jumlah waktu total 9 jam. Di mana tiga modul yang harus diselesaikan peserta, yakni Modul Desain Digital selama 1 jam, Modul 2 pembuatan pola selama 1,5 jam, serta Modul 3 proses menjahit selama 9 jam.
Selain itu, tahun ini peserta juga diuji dalam Teknik Tailoring seperti pembuatan jas dengan ukuran yang telah ditentukan dalam modul lomba. Seluruh proses penilaian dilakukan oleh juri tingkat nasional. “Materi ini sebenarnya sudah diajarkan di sekolah, namun baru tahun ini dilombakan secara resmi,” pungkasnya. [ina.wwn]


