30 C
Sidoarjo
Saturday, April 4, 2026
spot_img

Inflasi Kota Kediri Maret 2026 Capai 4,03 Persen, Dipicu BBM dan Harga Pangan

Capaian inflasi Kota Kediri Maret 2026 yang disampaikan Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono secara daring.

Kota Kediri, Bhirawa
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Maret 2026 sebesar 4,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,41. Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi tercatat 0,41 persen.

Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono mengatakan, kenaikan harga pada Maret dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku sejak awal bulan.

Selain itu, lonjakan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan, terutama cabai merah. Peningkatan permintaan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri turut mendorong kenaikan harga bahan pokok.

“Komoditas seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan daging sapi mengalami kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan masyarakat,” kata Emil, Kamis (2/4).

Dari sektor transportasi, tarif angkutan udara, angkutan antarkota, dan kendaraan travel mengalami kenaikan. Sebaliknya, tarif kereta api tercatat menurun. Sementara itu, harga emas perhiasan juga mengalami penurunan, dipengaruhi kondisi ekonomi global dan konflik geopolitik.

BPS mencatat sejumlah komoditas yang memberikan andil inflasi bulanan, di antaranya daging ayam ras sebesar 0,07 persen, bensin dan angkutan antarkota masing-masing 0,04 persen, serta ayam goreng 0,03 persen. Komoditas lain seperti tomat, kangkung, dan daging sapi masing-masing menyumbang 0,02 persen.

Berita Terkait :  2024, Serapan APBD Bojonegoro Baru 36,03 Persen

Sementara itu, beras, bayam, sigaret kretek mesin (SKM), jagung manis, alpukat, jeruk, donat, bawang merah, serta tarif kendaraan travel masing-masing menyumbang 0,01 persen. Adapun komoditas penahan inflasi antara lain cabai rawit sebesar minus 0,03 persen, serta tarif kereta api, bawang putih, dan minyak goreng masing-masing minus 0,01 persen.

Memasuki April, BPS mengingatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan pasca-Idulfitri, terutama beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

“Operasional SPPG MBG juga perlu diperhatikan karena berpotensi memengaruhi permintaan pasar seiring normalnya kembali kegiatan belajar mengajar,” jelas Emil.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi diperkirakan masih berlanjut mengikuti dinamika harga minyak dunia. Sementara tarif angkutan diprediksi kembali normal setelah periode Idulfitri.

Terpisah, Sekretaris TPID Kota Kediri Bambang Tri Lasmono menyebut pada Maret terjadi deflasi cabai rawit sebesar 0,03 persen, setelah sebelumnya mengalami inflasi 0,32 persen.

“Ini dampak dari operasi pasar, gerakan pangan murah, sidak ketersediaan, serta koordinasi dengan petani dan pedagang sehingga harga kembali normal,” ujarnya.

Menurut Bambang, langkah tersebut turut menjaga stabilitas harga komoditas pangan lainnya. Ke depan, pemerintah daerah akan terus mengantisipasi dampak ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mendorong kenaikan harga BBM dan inflasi.

Masyarakat diimbau berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga tetap terjaga.[van,nov.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!