Gresik, Bhirawa
Enam nama kandidat calon pemimpin baru DPC PKB Gresik resmi diumumkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Aston Gresik pada Sabtu (29/3). Tiga di antaranya dinilai sebagai calon terkuat yang berharap mendapatkan restu dari DPP PKB, dengan beberapa di antaranya juga berpotensi maju dalam pencalonan Bupati Gresik tahun 2030.
Kandidat Ketua DPC PKB Gresik periode 2026-2031 terdiri dari dua kelompok yaitu Hasil penjaringan DPW PKB Jawa Timur diantaranya Muh Abdul Qodir, Muhammad Syahrul Munir, Imron Rosyadi, dan Bustami Hazim dan usulan dari DPAC (tingkat kecamatan): Ufiq Zuroida dan Abdullah Hamdi.
Sementara tiga calon yang menjadi sorotan adalah Muh Abdul Qodir (incumbent), disusulkan untuk periode kedua. Saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Jawa Timur (Dapil Gresik-Lamongan) dan pernah menjadi Ketua DPRD Gresik.
Muhammad Syahrul Munir, politisi muda yang kini menjabat Ketua DPRD Gresik. Mantan aktivis PMII sekaligus adik ipar Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid, dengan akses kuat di jajaran DPP, Imron Rosyadi: Sekretaris DPC PKB Gresik sekaligus Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik. Pernah menjabat Ketua PC IPNU Gresik dan telah berkiprah di PKB selama belasan tahun.
Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar menjelaskan, seluruh calon akan mengikuti serangkaian seleksi Uji akademik yang akan digelar bersama Universitas Negeri Malang (UM). Uji Kompetensi dan Kepatutan (UKK) yang dilaksanakan oleh DPP PKB dan wawancara mendalam dilakukan oleh DPP untuk mengukur komitmen dan tanggung jawab kepemimpinan.
“Muscab menjadi momentum regenerasi dan konsolidasi untuk merajut soliditas kader, sehingga partai dapat menjalankan program kerja sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menambahkan, calon harus memenuhi standar kompetensi psikologis dan kepemimpinan yang ditentukan oleh lembaga khusus. DPP dan DPW akan terus memantau kinerja yang dilakukan untuk masyarakat.
“Menang Pileg harus diimbangi dengan menang Pilkada di Gresik. Muscab bukan hanya tentang pemimpin, tetapi bagaimana meramu program yang siap untuk memenangkan kontestasi politik,” pungkasnya. [kim.kt]




