28 C
Sidoarjo
Thursday, March 26, 2026
spot_img

Atasi Keterbatasan Lahan, Mahasiswa UMM Kenalkan Budidaya Bioflok ke Masyarakat


Kota Malang, Bhirawa
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat perannya sebagai kampus yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak, para mahasiswa UMM menginisiasi budidaya ikan nila berbasis sistem bioflok di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Program yang berlangsung selama satu bulan ini bertujuan memberikan solusi ketahanan pangan keluarga sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan sempit di pemukiman warga. Dengan metode kolam terpal, warga kini memiliki alternatif usaha baru yang efisien dan ramah lingkungan.

Dosen Pembina Lapangan (DPL), Festy Putri Ramadhani MP menjelaskan, pemilihan sistem bioflok pada kolam terpal didasari atas kemudahan aplikasi teknis bagi masyarakat awam. Metode ini mengandalkan aktivitas mikroorganisme yang mengolah sisa pakan menjadi pakan alami tambahan, sehingga mampu menjaga kualitas air tanpa perlu rutin dikuras.

“Kami mendorong mahasiswa untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Budidaya ikan nila dengan sistem ini sangat cocok dengan kondisi lahan masyarakat Desa Kebobang yang terbatas, namun memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” ujar Festy saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi mahasiswa lintas disiplin ilmu, mulai dari perikanan, agribisnis, komunikasi, hingga hukum dan informatika. Sebanyak 25 warga yang terdiri dari Karang Taruna, ibu rumah tangga, hingga perangkat desa dilibatkan langsung dalam pembangunan kolam percontohan berdiameter dua meter.

Festy menambahkan, efektivitas program ini terlihat dari antusiasme dan pemahaman warga. Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, skor pemahaman warga terkait teknis budidaya melonjak signifikan dari rata-rata 55 menjadi 85.

Berita Terkait :  Unusa Dirikan SMKB dan Perkuat Program PPDS Berkelanjutan

“Tujuan utama kami bukan sekadar membangun fisik kolam, tetapi memastikan adanya transfer pengetahuan. Jadi, setelah mahasiswa selesai bertugas, masyarakat sudah mandiri dalam mengelola budidaya tersebut,” imbuhnya.

Dalam praktik di lapangan, tim KKN menebar sekitar 1.000 benih ikan nila ukuran 5-7 cm. Hingga saat ini, tingkat kelangsungan hidup ikan menunjukkan tren positif meski tantangan cuaca sempat membayangi. Warga juga dibekali kemampuan manajemen pakan dan strategi pemasaran agar hasil panen nantinya memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pihak tim KKN UMM pun merekomendasikan agar pemerintah desa setempat dapat menindaklanjuti program ini melalui pembentukan kelompok budidaya dan dukungan permodalan. Diharapkan, Desa Kebobang bisa menjadi pilot project budidaya ikan nila sistem bioflok yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di wilayah Kabupaten Malang. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!