27 C
Sidoarjo
Wednesday, March 25, 2026
spot_img

Bupati Mas Rio Pilih Merayakan Puncak Lebaran Bersama Warga Pelosok Desa

Situbondo, Bhirawa
Komitmen Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang akrab disapa Mas Rio, dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat kembali dibuktikan secara nyata.

Pada momentum Hari Raya Idul fitri tahun ini, Mas Rio memilih untuk tidak melaksanakan Sholat Id di pusat kota atau masjid agung, melainkan turun langsung ke salah satu wilayah terpencil di dataran tinggi, yakni Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo.

Kehadiran orang nomor satu di Situbondo ini menjadi catatan sejarah sekaligus kebanggaan tersendiri bagi warga setempat. Pasalnya, desa yang terletak di kawasan pegunungan dan dikelilingi hutan rimbun ini jarang dikunjungi oleh pejabat setingkat kepala daerah, terlebih dalam momen sakral hari raya.

Keputusan Mas Rio memilih Desa Selobanteng didasari oleh kekagumannya pada kelestarian alam desa tersebut. Suasana pegunungan yang asri dan udara yang sejuk menciptakan atmosfer spiritual yang menyatu dengan alam, selaras dengan semangat Idul fitri untuk kembali ke fitrah.

Selain melaksanakan ibadah, kunjungan ini dimanfaatkan Bupati Mas Rio untuk meninjau inisiatif pelestarian lingkungan yang dikelola secara swadaya oleh desa.

Desa Selobanteng saat ini tengah menjalankan program inovatif berupa penanaman dan penamaan pohon sebagai langkah konkret menanggulangi bencana banjir dan tanah longsor.

“Ini adalah bentuk konservasi lingkungan yang berkelanjutan. Program penanaman pohon ini bukan sekadar penghijauan, tetapi bagian dari pengembangan hutan rakyat yang menjadi urat nadi kehidupan,” ujar Mas Rio.

Berita Terkait :  Sebulan, 41 Tersangka Curanmor Spesialis Pemukiman dan Perumahan Diamankan

Program lingkungan di Desa Selobanteng memiliki keunikan tersendiri. Jenis pohon yang ditanam, seperti Jati, Gmelina (Kamalina), dan Kesambi, dipilih berdasarkan aspirasi masyarakat.

Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, pohon buah-buahan juga ditanam untuk menjaga ketersediaan pakan burung, guna mempertahankan keanekaragaman hayati (biodiversitas).

Untuk menjamin keberlanjutan (sustainability), program ini tidak berhenti pada seremonial penanaman. Monitoring dilakukan secara rutin setiap tahun, bahkan memanfaatkan teknologi satelit untuk memastikan setiap bibit yang tertanam tumbuh dengan baik. Hal ini selaras dengan visi Bupati untuk menjadikan Situbondo sebagai kabupaten yang mandiri dan berwawasan lingkungan.

Kepala Desa Selomukti (yang mengoordinasi wilayah sekitar), Muntaha, mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas kehadiran Bupati.

Ia menyebutkan bahwa sejak tahun 2009, desanya telah menanam sedikitnya 300 ribu pohon demi menjaga ekosistem dan mencegah bencana.

“Alhamdulillah, ini pertama kalinya desa kami dipilih langsung oleh Bupati untuk tempat Sholat Id. Kami sangat senang dan terhormat,” ungkap Muntaha.

Selain fokus pada lingkungan, Muntaha juga mengapresiasi Program Berantas yang diinisiasi Mas Rio. Menurutnya, program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh warga kurang mampu di pelosok yang terkendala biaya rumah sakit.

“Kami melihat Mas Rio bukan hanya peduli pada alam melalui dukungan penanaman pohon, tapi juga sangat peduli pada keselamatan jiwa rakyatnya melalui program kesehatan. Kehadiran beliau hari ini benar-benar membawa semangat baru bagi kami di desa,” pungkas Mas Rio. [awi.dre]

Berita Terkait :  Peringati Hari Pengayoman Ke-79, Rutan Situbondo Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!