27 C
Sidoarjo
Wednesday, March 25, 2026
spot_img

Banjir Terbesar Rendam Pasuruan, BPBD Jatim Gerak Cepat di Hari Pertama Kerja

Pasuruan, Bhirawa

Hari pertama masuk kerja pasca libur, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur langsung bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, turun langsung meninjau lokasi terdampak di Dusun Balongrejo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Rabu (25/3/2026).

Peninjauan dilakukan menyusul banjir yang terjadi akibat hujan berintensitas tinggi pada Selasa (24/3) sore, yang menyebabkan Sungai Wrati meluap dan merendam permukiman warga.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati Pasuruan, HM. Shobih Asrori, bersama jajaran BPBD Kabupaten Pasuruan, camat, hingga perangkat desa setempat.

Untuk mencapai lokasi, rombongan harus menggunakan perahu milik warga dan melintasi area persawahan yang terendam banjir. Jalur air tersebut kini menjadi satu-satunya akses keluar-masuk bagi warga Dusun Balongrejo.

“Dibanding banjir sebelumnya, ini yang paling besar,” ungkap Kepala Desa Kedungringin, Rizki Wahyuni.

Di lokasi, BPBD Jatim bersama pemerintah daerah langsung menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji kepada warga terdampak. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mematikan aliran listrik guna mencegah risiko korsleting dan sengatan listrik.

Wabup Pasuruan, HM. Shobih Asrori, menyatakan bahwa banjir kali ini dipicu oleh cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi.

“Peninjauan ini bentuk perhatian pemerintah untuk meringankan beban warga. Kami juga berharap ada kajian teknis agar penyebab banjir yang berulang ini bisa ditangani secara tuntas,” ujarnya.

Berita Terkait :  SPPG Tutup, Sejumlah Sekolah di Tulungagung Tidak Terima MBG

Ia menegaskan, banjir di wilayah Beji merupakan kejadian rutin tahunan, namun kali ini tercatat sebagai yang terbesar.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah telah mendirikan dapur umum di tiga lokasi, yakni Kecamatan Rejoso, Winongan, dan Bangil.

Sementara banjir juga dilaporkan meluas ke sejumlah wilayah lain seperti Grati, Gondangwetan, Gempol, dan Pohjentrek.

Sementara itu, Gatot Soebroto menjelaskan bahwa Pemprov Jatim sebenarnya telah melakukan antisipasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 10 hari dengan 22 sortie, sesuai arahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Namun, keterbatasan jumlah sortie membuat tidak semua wilayah dapat terjangkau, termasuk Pasuruan.

“Semoga potensi hujan bisa segera tertangani agar banjir cepat surut,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Jatim juga mengirimkan berbagai bantuan logistik seperti ribuan paket biskuit, makanan siap saji, tambahan gizi, hingga perlengkapan darurat. Selain itu, perahu karet, tenda pengungsian, dan personel juga diterjunkan untuk membantu evakuasi warga.

Langkah cepat ini diharapkan mampu mempercepat penanganan banjir sekaligus memastikan keselamatan warga di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. [geh.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!