Oleh:
Irvan Cholis, Kediri
Arus mudik Lebaran melalui jalur udara mulai terasa di Bandara Internasional Dhoho Kediri. Ratusan pemudik yang didominasi perantau dari Jakarta terlihat tiba dan memadati area kedatangan bandara.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean penumpang di lorong terminal kedatangan, khususnya di area pengambilan bagasi (conveyor belt). Para pemudik tampak membawa koper besar hingga kardus berisi oleh-oleh khas perantauan.
Di area luar terminal, puluhan penjemput juga telah memadati pintu keluar kedatangan. Suasana haru khas momen mudik pun terlihat saat para pemudik akhirnya bertemu kembali dengan keluarga mereka.
Kehadiran Bandara Internasional Dhoho Kediri mendapat respons positif dari masyarakat, terutama bagi perantau yang selama ini harus menempuh perjalanan lebih panjang untuk pulang kampung.
Salah satu penumpang, Retno, warga asli Kediri yang bekerja di Jakarta, mengaku sangat terbantu dengan adanya penerbangan langsung menuju Kediri. Menurutnya, keberadaan bandara ini mampu memangkas waktu perjalanan secara signifikan dibandingkan sebelumnya.
“Ini sangat membantu banget sih. Karena biasanya kalau mudik itu harus ke Surabaya dulu. Nah, karena sudah ada bandara ini, orang-orang Kediri dan sekitarnya mudiknya jadi lebih gampang,” ujar Retno saat ditemui di area kedatangan Bandara Dhoho, Minggu (15/3).
Sebelum adanya bandara tersebut, Retno mengaku harus menempuh perjalanan lebih panjang dengan terbang ke Surabaya terlebih dahulu atau menggunakan jalur darat menuju Kediri.
Ia menambahkan, efisiensi waktu menjadi alasan utama dirinya kini lebih memilih menggunakan pesawat dibandingkan moda transportasi lain seperti kereta api. Meski frekuensi kepulangannya tidak menentu, sekitar dua bulan sekali, perjalanan udara dinilai jauh lebih praktis.
Retno sendiri tercatat sudah tiga kali menggunakan layanan penerbangan di Bandara Dhoho Kediri. Untuk perjalanan kembali ke Jakarta, ia juga telah mengantongi tiket keberangkatan dari bandara yang sama.
Meski demikian, ia berharap pengelola bandara dapat menambah pilihan maskapai serta frekuensi penerbangan agar masyarakat memiliki lebih banyak opsi jadwal.
“Harapannya sih lebih diperbanyak maskapai sama jamnya. Karena kalau saya lihat di jadwal itu kan masih seminggu sekali ya, kalau bisa diperbanyak supaya kita bisa lebih fleksibel memilih waktu,” pungkasnya. [van/nov.gat]


