Kabupaten Pasuruan, Bhirawa
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 tahun 2026 di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, resmi ditutup, Rabu (11/3). Program lintas sektoral itu menegaskan kembali peran strategis TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi di wilayah pedesaan.
Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, saat memimpin upacara penutupan, menyatakan bahwa TMMD edisi ke-127 ini dilaksanakan serentak di enam wilayah di Jawa Timur.
Di Desa Wonosari sendiri, terdapat sebelas titik sasaran fisik yang berhasil dituntaskan, mencakup perbaikan jalan (pavingisasi), rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), hingga penyediaan sarana air bersih melalui sumur bor.
”Esensi dari TMMD adalah kemanunggalan. Seluruh sasaran fisik dan non-fisik telah diselesaikan 100% untuk mendukung produktivitas masyarakat desa,” tandas Mayjen TNI Rudy Saladin.
Fokus TMMD kali ini tak hanya terpaku pada konstruksi bangunan, namun juga pada aspek keberlanjutan ekonomi. Hal itu diwujudkan melalui pemberian bantuan sarana produksi pertanian kepada Kelompok Tani Sari Gaya serta pelatihan keterampilan membatik bagi warga setempat.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak memberikan apresiasi atas model integrasi ini. Menurutnya, sinergi antara TNI dan pemerintah daerah melalui TMMD mampu memangkas hambatan birokrasi dalam penyediaan fasilitas publik yang mendesak.
”Tentu saja TMMD ini memberikan dampak nyata dalam memperkecil kesenjangan infrastruktur antarwilayah. Kehadiran pasar murah dan pelayanan kesehatan massal di tengah agenda ini menunjukkan sisi humanis dari pembangunan,” papar Emil Elestianto Dardak
Sebagai bagian dari rangkaian penutupan, rombongan juga meninjau peresmian jembatan di Kecamatan Lekok.
Pembangunan jembatan tersebut menjadi krusial karena merupakan urat nadi transportasi yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan memperlancar arus distribusi barang bagi warga di wilayah pesisir Pasuruan.
Kepala Desa Wonosari, Itah Purnamawati menjelaskan intervensi TMMD telah memberikan lompatan kemajuan bagi desanya yang sulit dicapai jika hanya mengandalkan skema pembangunan reguler.
Baginya, 11 titik pembangunan tersebut merupakan impian warga yang sulit terealisasi jika hanya mengandalkan dana desa yang terbatas. ”Dan manfaatnya langsung dirasakan warga kami,” kata Itah Purnamawati. [hil.fen]


