Sampang, Bhirawa
Cuaca ekstrem yang tiba-tiba dan disertai hujan dan angin kencang, menyebabkan puluhan pohon di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, tumbang. Akibatnya Seorang nenek berusia 69 tahun meninggal dunia tertimpa dapurnya yang ambruk karena angin kencang.
Berdasarkan data BPBD Sampang kejadian tersebut terjadi Kamis, 5 Februari 2026 lalu, cuaca ekstrem disertai pohon tumbang, hujan deras yang disertai angin kencang tersebut juga dilaporkan menerjang sejumlah rumah warga. Bahkan, seorang warga di Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, dikabarkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan atap dapur rumahnya.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Fajar Arif melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik (KL), Mohammad Hozin, membenarkan kejadian ini. Hozin membenarkan, hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan puluhan pohon tumbang di wilayah sampang kamis 5 Februari lalu, dan nenek usia (69) meninggal tertimpa atap bangunan dapurnya sendiri, Senin (9/3).
”Puluhan pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Kecamatan Camplong tadi. Dan ada satu warga meninggal dunia akibat tertimpa dapurnya yang ambruk karena angin kencang,” ujarnya.
Seorang nenek berusia 69 tahun bernama Musayyah di Dusun Rabasan Selatan, Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, tewas tertimpa reruntuhan dapur rumahnya.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Mohammad Hozin, menuturkan peristiwa bermula saat korban sedang memasak di dapur rumahnya yang terbuat dari material kayu dengan dinding anyaman bambu.
”Pada saat bersamaan, wilayah Kecamatan Camplong sedang dilanda hujan deras disertai angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem itu diduga menyebabkan bangunan dapur tiba-tiba roboh dan menimpa korban,” kata Hozin. [lis.fen]


