26 C
Sidoarjo
Thursday, March 5, 2026
spot_img

Jelang Idulfitri, Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah Serentak di 62 Titik, Minyak Goreng jadi Komoditas Paling Diburu

Camat Gayungan bersama Sekretaris Kelurahan Menanggal saat diwawancarai wartawan.

Surabaya, Bhirawa
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar pasar murah serentak tahap kedua yang dilaksanakan di 62 titik lokasi.

Kegiatan ini tersebar di berbagai wilayah Surabaya, di antaranya kawasan Genteng, Kenjeran, Gayungan, Wiyung, serta sejumlah wilayah lainnya.
Kegiatan yang digelar pada Kamis, (5/3) pukul 08.30 WIB ini merupakan inisiatif Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Diskoperindag) Kota Surabaya yang berkolaborasi dengan berbagai kelurahan dan kecamatan di Kota Pahlawan.

Pasar murah serentak tersebut disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan dengan harga yang lebih terjangkau.

Antusiasme masyarakat terlihat di sejumlah titik pelaksanaan, di antaranya di Kantor Kelurahan Menanggal, Gayungan, serta Balai RW 06 Kelurahan Wiyung.

Camat Gayungan, Agus Tjahyono, menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan inflasi atau potensi lonjakan harga bahan pokok terutama saat bulan Ramadan menjelang Lebaran.

“Seperti yang kita tahu, beberapa harga komoditas, terutama sembako seperti beras dan gula, biasanya mengalami kenaikan saat bulan puasa menjelang Lebaran. Melalui kegiatan ini, kami berupaya menyiapkan komoditas dengan harga yang lebih murah dari harga pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun selisih harga dengan pasar tidak terlalu besar, program ini tetap memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga dengan kondisi ekonomi terbatas.
“Meskipun mungkin bedanya hanya seribu atau dua ribu rupiah, jika komoditas yang diberikan lebih banyak tentu akan lebih terasa. Harapannya, kegiatan ini bisa membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dari segi ekonomi,” tambahnya.

Berita Terkait :  Berawal dari Hobi, Pecut Buatan Warga Kediri Mendunia

Dalam kegiatan ini, sejumlah komoditas kebutuhan pokok juga disediakan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Di antaranya beras premium kemasan 5 kilogram seharga Rp72 ribu, beras premium 3 kilogram Rp44 ribu, minyak goreng 1 liter Rp15 ribu, bawang putih Rp10 ribu per pak, cabai rawit Rp5 ribu per pak, serta cabai merah besar Rp5 ribu per pak.

Sekretaris Kelurahan Menanggal, Hari Gunawan, mengungkapkan bahwa dari berbagai komoditas yang ditawarkan, minyak goreng menjadi salah satu kebutuhan yang paling diminati warga setempat.

“Karena harga jual kami berada di bawah harga pasar, terbukti sejak pagi tadi komoditas minyak goreng sudah habis dibeli warga,” jelasnya.
Antusiasme tersebut juga dirasakan langsung oleh warga sekitar yang datang berbelanja di lokasi pasar murah.

Salah satunya Suliyah, warga RW 05 Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan. Ia mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini dan berharap ke depan stok komoditas yang disediakan dapat ditambah agar lebih banyak warga yang bisa merasakan manfaatnya.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Kalau bisa ke depan komoditasnya diperbanyak lagi, terutama minyak dan gula,” tuturnya.

Warga membeli minyak goreng di kegiatan pasar murah serentak di Balai RW 06 Kelurahan Wiyung.

Di sisi lain, Camat Wiyung, Budiono, menambahkan bahwa kegiatan pasar murah ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan di setiap kelurahan, minimal sebulan sekali, dengan komoditas yang disediakan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Diskoperindag) Kota Surabaya dan didistribusikan secara merata.

Berita Terkait :  Gubernur Khofifah Bersama Kapolri Ziarah dan Letakkan Batu Pertama Museum Marsinah

“Untuk minyak goreng, setiap kelurahan biasanya mendapatkan empat dus. Dalam satu dus berisi dua belas kemasan. Karena di wilayah kami ada empat titik balai RW, maka setiap pelaksanaan biasanya hanya dua titik terlebih dahulu yang mendapatkan. Dua titik lainnya akan digilir secara bertahap, biasanya selang dua minggu hingga satu bulan, sehingga seluruh wilayah bisa merasakan kegiatan ini,” terangnya.

Mardjuki selaku Lurah Wiyung juga mengaku sangat mengapresiasi kegiatan pasar murah ini sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kota Surabaya dalam meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya warga RW 06 Kelurahan Wiyung.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pasar murah di wilayah RW 06 Wiyung. Ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota Surabaya melalui Kelurahan Wiyung untuk membantu meringankan beban warga sekaligus memenuhi kebutuhan sembako menjelang hari raya,” ungkapnya. mg8.wwn

Penulis: Revani Amalia Popi Susanti

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!