25 C
Sidoarjo
Wednesday, March 4, 2026
spot_img

Hadapi Ancaman Longsor dan Banjir, Kapasitas Relawan Jatim Ditingkatkan

Pemprov Jatim, Bhirawa

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur menggandeng Sekretariat Bersama Relawan Penanggulangan Bencana Jawa Timur (SRPB) Jatim untuk memperkuat kapasitas relawan dalam menghadapi perubahan siklus dan dinamika iklim yang semakin tidak menentu.

Kegiatan tersebut dikemas melalui “Arisan Ilmu Nol Rupiah” ke-65 yang digelar di Aula Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim, Minggu (28/2), dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai organisasi relawan.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menegaskan kesiapsiagaan relawan harus terus ditingkatkan seiring perubahan pola bencana.

“Kita harus waspada terhadap perubahan siklus dan iklim. Kapasitas relawan harus terus dimatangkan. Jangan pernah berhenti belajar,” ujarnya.

Menurutnya, forum belajar bersama seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya kolaborasi di antara relawan dan pemerintah daerah.

“Menghadapi kondisi saat ini, kita tidak bisa sendiri. Harus bersama, saling berkolaborasi dan saling menguatkan,” tandasnya saat dikonfirmasi melalui pesan teks, Rabu (4/3).

Sementara itu, Koordinator SRPB Jatim, Subekti Rahmad Kimiawan, menyebut kegiatan rutin tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus peningkatan kompetensi relawan di Jawa Timur.

“Relawan adalah garda terdepan saat bencana terjadi. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan harus dilakukan secara konsisten,” katanya.

Peserta mendapatkan materi manajemen survival atau teknik bertahan hidup dalam situasi krisis. Materi meliputi manajemen bertahan hidup saat darurat, teknik membaca situasi dan menentukan prioritas keselamatan, standar perlengkapan dasar relawan, hingga pengelolaan logistik sederhana di lapangan.

Berita Terkait :  Smamda Gelar EduFair Bertema 'Empower Your Passion, Shape Your Future'

Narasumber kegiatan, Wawan Kimiawan, menekankan bahwa survival tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan bertahan hidup di alam bebas, melainkan kemampuan mengelola risiko dalam berbagai situasi.

“Kesiapsiagaan harus menjadi budaya, bukan hanya respons saat bencana terjadi,” tegasnya.

Melalui penguatan kapasitas ini, BPBD Jatim berharap relawan semakin adaptif dan sigap dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi maupun bencana lainnya di Jawa Timur.  [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!