27 C
Sidoarjo
Tuesday, April 21, 2026
spot_img

Pemkot Batu Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil di Tengah Dinamika Sektor Energi


Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memastikan harga kebutuhan bahan pokok di daerah ini tetap terjaga di tengah terjadinya dinamika di sektor energi. Untuk itu mereka mengambil langkah antisipatif agar ketersediaan bahan pokok tidak terpengaruh dampak turunan dari penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsi yang di?akukan Pertamina.

Adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dilakukan Pertamina, mendorong Pemkot Kota Batu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya dampak turunan. Dalam hal ini pengawaaan difokuskan pada stabilitas harga bahan pokok. Karena seringkali kenaikan BBM ini memicu efek psikologis yang berujung terjadinya gejolak di pasar.

“Kita berharap masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian (BBM) berlebihan. Selain itu untuk masyarakat yang mampu untuk tetap menggunakan BBM nonsubsidi agar subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran,” ujar Heli Suyanto, Wakil Wali Kota (Wawali) Batu, Selasa (21/4).

Dan sebagai langkah antisipasi, Wawali telah menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk bersiap dan memperkuat pemantauan di lapangan, terutama di pasar tradisional. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga bahan pokok sebagai dampak turunan dari penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Heli menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi ini hanya terjadi pada BBM jenis tertentu. Seperti, Pertamax Turbo yang mengikuti mekanisme pasar dan harga minyak dunia. Adapun untuk BBM bersubsidi yang paling banyak digunakan masyarakat seperti Pertalite dan Bio Solar masih tetap stabil.

Berita Terkait :  Pj Wali Kota Mojokerto Berikan Santunan Korban Kecelakaan Pantai Drini

“Untuk kedua jenis BBM ini (pertalite dan bio solar) masih berada dalam skema subsidi pemerintah pusat. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen,” jelas Heli.

Ia menegaskan, TPID akan melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional. Mereka akan memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman serta mencegah adanya praktik penimbunan.

Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, Pemkot Batu siap melakukan intervensi melalui operasi pasar atau pasar murah sebagai langkah pengendalian. Selain itu, Pemkot juga memastikan jalur distribusi logistik tetap lancar agar tidak terjadi hambatan yang dapat memicu kenaikan biaya di tingkat pedagang.

Saat ini Pemkot juga terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk distributor dan pengelola pasar. Hal ini untuk terus memperkuat dan menjaga keseimbangan pasokan dan harga bahan pokok di Kota Batu.

Dari pantauan media ini di lapangan, situasi kondusif masih terlihat di SPBU di Kota Batu dan Kota Malang. Tidak terjadi antrian panjang dalam pembelian BBM di SPBU. Hal ini menunjukkan tidak terjadi panic buying atau kepanikan warga pasca menyusul adanya penyesuaian harga BBM bersubsidi yang diber?akukan Pertamina terhitung mulai 18 April 2026.

Situasi kondusif ini dibenarkanbManager Area Pertamina Malang Raya, Ahad Rahedi. Ia menyatakan bahwa penyesuaian harga ini merupakan bagian dari mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan tren harga minyak dunia serta biaya distribusi.

Berita Terkait :  Iwan Raih Predikat Penjabat Wali Kota Terbaik Evaluasi Penilaian Kinerja Kemendagri

“Distribusi BBM di wilayah Malang Raya tetap berjalan normal dan stok dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan,” ujar Ahad. Dengan distribusi dan ketersediaan BBM yang lancar bisa mencegah terjadinya penumpukan kendaraan dalam pembelian di sejumlah SPBU. [nas.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!