DPRD Gresik, Bhirawa
Komisi III DPRD Kabupaten Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pekerjaan normalisasi saluran air di wilayah Kecamatan Menganti. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan saluran air berjalan maksimal guna mencegah banjir dan genangan saat musim hujan.
Pekerjaan yang digarap oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) bidang Sumber Daya Air (SDA) ini menargetkan penyelesaian dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan.
Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menjelaskan bahwa pekerjaan berupa pengerukan dan perbaikan saluran air ini memiliki panjang sekitar 600 hingga 700 meter. Meskipun merupakan saluran cabang atau “cucu” dari Kali Lamong, keberadaannya sangat vital karena menjadi jalur utama pembuangan air menuju sungai induk di Desa Bringkang.
“Targetnya selesai dalam waktu dekat. Ini hasil kerja sama antara DPUTR dan pemerintah desa setempat. Harapannya, masalah genangan yang sering terjadi di Desa Hulaan dan Sidojangkung bisa segera teratasi,” ujar Abdullah Hamdi, saat meninjau lokasi, Selasa (21/4).
Dalam peninjauannya, tercatat bahwa Tembok Penahan Tanah (TPT) di sepanjang saluran tersebut dibangun sekitar tahun 2013 melalui bantuan provinsi. Sayangnya, kondisi bangunan kini sudah banyak yang rusak dan ambrol.
Oleh karena itu, selain pengerukan, rencana penanganan lanjutan juga akan memprioritaskan penguatan struktur berupa plengsengan atau penahan tanah baru. Berdasarkan usulan dari desa, diperlukan perbaikan dan penguatan di beberapa titik rawan dengan total panjang sekitar lima meter.
“Bila penanganan ini tuntas, potensi banjir di wilayah Menganti, termasuk Desa Menganti, Hulaan, Sidojangkung, dan sekitarnya bisa diminimalkan,” pungkasnya. [kim.kt]


