27 C
Sidoarjo
Tuesday, April 21, 2026
spot_img

UTBK SNBT Diikuti 16.672 Peserta, Unair Cegah Praktik Perjokian


Surabaya, Bhirawa
Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengadakan Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dengan penerapan sistem pengamanan berlapis dan aturan disiplin ketat.

UTBK Unair berjalan selama 10 hari, dari 21 sampai 30 April 2026, total 19 sesi ujian, Lokasi ujian di Kampus B dan Kampus C dengan 22 ruang Computer Based Test (CBT) di 10 gedung, Selasa (21/4).

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Unair, Prof. Mochammad Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D. menjelaskan kapasitas disediakan 880 komputer per sesi dengan total daya tampung 17.600 peserta.

“Jadi jumlah tersebut sebanyak 16.672 peserta terdaftar mengikuti UTBK di Unair atau sekitar 94,7 persen dari kapasitas dan hari pertama diikuti 843 peserta atau 95,8 persen kehadiran, sementara 37 peserta atau 4,2 persen tercatat tidak hadir tanpa keterangan,” tuturnya.

Lanjut Prof Amin mengatakan peserta terlambat lebih 30 menit dipastikan tidak diperkenankan mengikuti ujian sehingga tidak bisa mengganti jadwal di hari lain. “Keterlambatan kami beri toleransi maksimal 30 menit, misal melewati itu, peserta tidak bisa mengikuti ujian dan tidak ada penggantian hari,” ujarnya.

Prof Amin mengukapkan bahwa pastikan keamanan serta mencegah praktik kecurangan seperti perjokian kampus terapkan pengawasan ketat di seluruh titik. “Selain pemeriksaan identitas, panitia juga menggunakan metal detector sebelum peserta memasuki ruang ujian, seluruh ruangan diawasi secara langsung oleh pengawas dan tim teknis, dari pusat juga ada instruksi khusus supaya pengawasan terhadap potensi joki lebih diperketat, uniar berupaya semaksimal mungkin menghilangkan praktik tersebut,” tuturnya.

Berita Terkait :  Mengenal Diri, Menentukan Arah: Edukasi Career Planning bagi Siswa SMK Walisongo Pacet

Selain aspek keamanan, tambah Prof Amin, Unair menyiapkan fasilitas penunjang kenyamanan peserta, dimana peserta mendapatkan sarapan pagi berupa teh hangat, roti, ruang transit, serta tenaga kesehatan di setiap lokasi ujian.

Prof Amin menyampaikan bahwa pehatian juga diberikan pada peserta disabilitas, dimana Tahun ini tercatat 22 peserta disabilitas, terdiri dari 18 tuna rungu dan 4 tuna daksa. “Bagi perserta disabilitas difasilitasi secara khusus dan dijadwalkan mengikuti ujian pada sesi tertentu, termasuk di Gedung Nano,” kata Prof Amin.

Terdapat perbedaan mekanisme pada tahun sebelumnya, yang mana sebelumnya peserta bisa memilih lokasi ujian secara spesifik, tahun inj hanya memilih kota lokasi ujian, penentuan titik lokasi dilakukan oleh panitia pusat. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!