Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, dr Agung Mulyono, bersama Kepala Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Jember, Tutug Putro, saat meninjau jembatan Sentong, Bondowoso.
Bondowoso, Bhirawa
Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, dr Agung Mulyono, bersama anggota komisi yang membidangi Pembangunan, Satib, meninjau kondisi Jembatan Sentong, Bondowoso, belum lama ini.
Kedua anggota komisi D DPRD Jatim itu didampingi Kepala Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Jember, Tutug Putro, yang membawahi wilayah Bondowoso–Jember.
Dr Agung menambahkan, jembatan Sentong merupakan jalur utama penghubung Bondowoso–Jember. Namun fondasi sisi hilir tergerus derasnya aliran Sungai Sampean, sehingga membuat arus kendaraan terputus total.
“Ya, hampir sepertiga badan jalan longsor. Sehingga memaksa pihak terkait mencari solusi cepat menjelang hari raya Idhul fitri,” tandas dr Agung.
Dari pengamatan di lokasi, dokter Agung dan Satib tampak memeriksa badan jalan yang retak dan turun akibat erosi fondasi. Saat itu, dokter Agung langsung menelpon Kadis PU Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja. “Pak Kadis, ini sudah mau menjelang Lebaran.Yang drum itu segera diagendakan. Jatim sudah merencanakan kirim, kalau bisa secepatnya,” tegasnya.
Selanjutnya, percakapan berlangsung cepat dan intens. Dokter Agung meminta kepastian pengiriman material dan kesiapan tim lapangan. “Pak Tutug, kapan bisa ngirim?” tanya dokter Agung .
Dokter Agung menekankan bahwa percepatan perbaikan penting agar masyarakat bisa melintas dengan aman, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
“Artinya masyarakat pulang ketika mudik lebaran itu jalannya enak ya?” papar dokter Agung.
Masih kata dokter Agung, rencana awal, ada skenario untuk mempertimbangkan jalur khusus untuk sepeda motor dan mobil kecil.
Namun setelah koordinasi dengan Kepala UPT dan konsultasi dari Kadis PU Bina Marga Jatim, opsi tersebut tidak memungkinkan.
Akhirnya, warga diarahkan melalui jalur alternatif. Pemerintah provinsi menurunkan bantuan berupa aspal drum, sementara koordinasi terus dijaga agar pengiriman berjalan lancar,” tambahya.
Selain itu, Dokter Agung meminta sosialisasi segera dilakukan. Kecamatan dan kepala desa setempat menyampaikan jalur alternatif kepada warga.
“Sampaikan ada pengalihan dan ada aspal dari provinsi untuk kenyamanan. Salam untuk warga,” imbuh dokter Agung.
Sementara itu Pemprov Jatim bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan BBPJN menurunkan tim teknis untuk memastikan kelayakan struktur. Pemasangan jembatan bailey kini tengah dipersiapkan.
Tujuannya jelas untuk memulihkan konektivitas Bondowoso–Jember secepat mungkin, menjelang arus mudik Lebaran tahun 2026.
Dokter Agung berharap pengerjaan perbaikan segera selesai.
“Kita harus pastikan pekerjaan cepat, rapi, dan aman. Masyarakat harus bisa lewat tanpa khawatir,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Jember, Tutug Putro, membeberkan kondisi sebenarnya soal amblesnya Jembatan Sentong yang menghubungkan Bondowoso–Jember.
Tutug menyebut proyek penggantian jembatan itu sebenarnya sudah siap jalan.
Desain sudah selesai. Lelang juga sudah. Pemenang sudah ada. Kita tinggal tanda tangan kontrak saat longsor terjadi,” jelas Tutug.
Begitu ambles, akunya, langkah cepat langsung diambil. “Kami koordinasi malam itu juga. Setelah melihat kondisi, diputuskan jembatan harus ditutup total. Tidak aman kalau dipaksa,” pungkas Tutug. awi.wwn


