26 C
Sidoarjo
Tuesday, March 3, 2026
spot_img

Enam Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Masih Terendam Banjir

Kab Pasuruan, Bhirawa
Intensitas hujan yang tetap tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan, belum menunjukkan tanda-tanda akan surut sepenuhnya.

Hingga Selasa (3/3) pagi, genangan air masih merendam permukiman di enam kecamatan, memaksa ribuan warga bertahan di dalam rumah dengan akses yang terbatas.

Data terbaru yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan per pukul 07.00 WIB menunjukkan, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Winongan, Bangil, Gondangwetan, Kraton, Grati dan Rejoso.

Kondisi geografis yang rendah serta luapan sungai yang tak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah hulu menjadi pemicu utama. Sedangkan, titik terparah terpantau di Dusun Kebrukan, Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati. Di wilayah tersebut ketinggian air mencapai 80 hingga 120 sentimeter.

Sebanyak 258 kepala keluarga (KK) praktis terisolasi karena akses jalan desa tertutup air setinggi dada orang dewasa.

Mulyono (45), salah seorang warga Dusun Kebrukan, mengaku hanya bisa memindahkan barang-barang berharganya ke atas dipan kayu yang diganjal batu bata.

”Tahun ini termasuk yang cukup lama surutnya. Air masuk sejak Senin malam, dan sampai pagi ini (Selasa) bukannya surut malah sempat naik lagi karena hujan di selatan (hulu) sangat deras,” ujar Mulyono.

Mulyono menambahkan, warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih dan gas untuk memasak. ”Bila mau keluar beli kebutuhan harus berenang atau nunggu perahu bantuan. Kami berharap ada bantuan makanan siap saji karena dapur sudah tidak bisa digunakan,” keluhnya.

Berita Terkait :  Polres Gresik Dukung Penuh Program Pembangunan Desa TMMD Ke-124

Di Kecamatan Winongan, sebaran genangan merata di Desa Bandaran, Winongan Kidul, dan Winongan Lor. Di Dusun Tok Wiro, sedikitnya 100 KK terdampak air setinggi 30 sentimeter. Sementara di Kecamatan Rejoso, Dusun Gerongan masih terendam hingga 40 sentimeter, berdampak pada 70 KK.

Kondisi serupa dialami warga Kecamatan Bangil, khususnya di Desa Manaruwi. Meski di beberapa titik seperti Kelurahan Kalianyar air mulai menyusut, lumpur sisa banjir mulai menebal di jalanan dan lantai rumah warga.

Siti Aminah (38), warga Desa Manaruwi, menyatakan kekhawatirannya akan kesehatan anak-anaknya. ”Sudah dua hari kaki gatal-gatal karena air kotor. Nyamuk juga makin banyak kalau malam. Kami harap ada petugas medis yang berkeliling ke dusun-dusun,” jelas Siti.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, menjelaskan bahwa tingginya curah hujan yang terjadi secara berkelanjutan, terutama pada malam hingga dini hari, menjadi faktor penghambat utama surutnya air.

”Debit air sungai meningkat tajam. Kami terus melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan. Untuk wilayah dengan genangan tinggi seperti Grati, kami telah menyiagakan personel dan perahu evakuasi,” tegas Sugeng Hariadi.

BPBD juga mulai memetakan kebutuhan logistik bagi warga yang memilih bertahan di rumah. Sugeng mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang diperkirakan masih akan mengguyur wilayah Pasuruan dalam beberapa hari ke depan.

Berita Terkait :  Bus PMI Sidoarjo, Jemput Bola Layani ASN Olah Raga di Alun-alun

”Kami minta warga, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah langganan genangan, untuk segera melapor jika debit air naik secara tiba-tiba. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama,” urai Sugeng. [hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!