Kediri, Bhirawa
Hujan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Kepung pada Senin (2/3) sore menyebabkan debit Sungai Lak Bestim meningkat tajam. Luapan air sungai ini memutus jaringan pipa air bersih milik Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di Desa Besowo.
Akibat kejadian itu, sekitar 500 kepala keluarga (KK) dari dua dusun di Desa Besowo kini mengalami krisis air bersih karena distribusi terhenti total. Berdasarkan pantauan di lokasi, aliran Sungai Lak Bestim tampak berwarna cokelat pekat dan membawa material sampah serta patahan dahan. Arus deras menghantam jalur pipa utama yang membentang di sepanjang bantaran sungai hingga akhirnya terputus.
Perintis Pamsimas Desa Besowo, Nur Abidin mengatakan, hujan lebat mulai turun sejak pukul 14.00 WIB dan berlangsung cukup lama hingga memicu banjir besar. ”Hujan sangat lebat sejak pukul dua siang, menyebabkan banjir besar. Material pipa dari Pamsimas ikut hanyut terbawa arus,” kata Nur Abidin, Selasa (3/3).
Menurut Nur Abidin, kerusakan utama terjadi pada jalur pipa induk yang menghubungkan bak penangkap air (broncaptering) dari mata air Sumber Bening menuju jaringan distribusi ke permukiman warga. Sekitar 50 meter pipa jenis PVC dilaporkan terputus dan hilang tersapu banjir.
”Kalau jalur utama ini putus, otomatis distribusi ke rumah-rumah warga berhenti total,” ujarnya.
Sejak jaringan ini rusak, warga yang selama ini bergantung pada layanan Pamsimas tidak lagi dapat mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, hingga mandi dan mencuci.
”Untuk sementara masyarakat tidak bisa mengakses air bersih sama sekali. Dampaknya sangat terasa,” tambah Nur Abidin.
Hingga kini, pengelola Pamsimas bersama warga masih melakukan pendataan kerusakan lebih lanjut di sepanjang aliran sungai. Upaya perbaikan darurat tengah diupayakan agar pasokan air bersih dari sumber mata air dapat kembali mengalir ke permukiman.
Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Kediri dapat memberikan bantuan material berupa pipa besi yang lebih kuat serta bronjong untuk memperkuat titik rawan di bantaran sungai.
”Kami membutuhkan pipa besi dan juga bronjong. Itu yang paling darurat dibutuhkan saat ini,” tandasnya. [van.nov.fen]


