32 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

Genjot Ekspor-Impor Jatim, Puspa Agro Rancang Kawasan IKT

Surabaya, Bhirawa
Untuk mendorong kinerja ekspor-impor sekaligus memperkuat perekonomian Jawa Timur, PT Puspa Agro merancang pembangunan Kawasan Instalasi Karantina Terpadu (IKT). Direktur Utama PT Puspa Agro, M. Diah Agus Muslim, menjelaskan bahwa IKT akan menjadi pusat pelayanan satu atap yang menggabungkan seluruh sarana karantina hewan, ikan, dan tumbuhan di satu lokasi strategis sehingga proses ekspor-impor menjadi lebih efisien.

Menurut Agus Muslim, pengembangan IKT Puspa Agro akan dilakukan melalui kerja sama dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur sebagai otoritas yang berwenang dalam pengawasan lalu lintas komoditas pertanian dan pangan lintas negara.

Saat ini, Puspa Agro mengklaim sudah memiliki infrastruktur dasar yang memadai. Di kawasan Puspa Agro tersedia dua unit cold storage berkapasitas masing-masing 600 ton, sehingga total kapasitas ruang pendingin mencapai sekitar 1.200 ton. “Ke depan tinggal kami lengkapi fasilitas yang masih kurang dan dibutuhkan untuk menunjang operasional IKT,” tegasnya saat dikonfirmasi Bhirawa, kemarin.

Agus Muslim menjelaskan, IKT Puspa Agro diproyeksikan menjadi simpul penting instalasi karantina untuk aktivitas ekspor-impor antara Indonesia dan China maupun wilayah Indonesia Timur. Dengan hadirnya IKT, pemenuhan seluruh persyaratan pemeriksaan karantina akan lebih mudah karena terintegrasi di satu kawasan. Persyaratan tersebut meliputi pemeriksaan fisik komoditas, verifikasi dokumen seperti sertifikat kesehatan atau veteriner, bukti vaksinasi atau titer antibodi, hingga kelengkapan dokumen pengiriman.

Berita Terkait :  Kuliah Praktisi Ilmu Lingkungan Unigoro, Dinkes Bojonegoro: Paparkan Beragam Isu Sanitasi

“Kebutuhan ekspor-impor Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur, sangat besar. Harapannya, keberadaan IKT Puspa Agro bisa menjawab kebutuhan itu dengan mempercepat layanan dan menekan biaya logistik pelaku usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini komoditas dengan potensi ekspor tertinggi yang dibidik melalui IKT adalah buah durian dan manggis. Potensi buah-buahan asal Jawa Timur dinilai sangat baik, seiring meningkatnya permintaan pasar luar negeri terhadap komoditas hortikultura tropis.

Terkait target operasional, Agus Muslim menyebutkan bahwa Puspa Agro kini tengah memfinalkan berbagai kebutuhan nonfisik, mulai dari perizinan, penyusunan standar operasional, hingga kelengkapan dokumen kerja sama dengan instansi terkait.

“Infrastruktur kami sudah siap. Saat ini kami hanya melengkapi hal-hal yang kurang, seperti dokumen dan persyaratan administrasi lainnya. Mudah-mudahan di akhir 2026 kawasan IKT Puspa Agro sudah dapat beroperasi,” pungkasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Jawa Timur pada Desember 2023 mencapai sekitar 2,16 miliar dolar AS, naik 2,52 persen dibandingkan November 2023, sementara impornya pada beberapa bulan di 2023 sempat berada di kisaran 2,06-2,20 miliar dolar AS per bulan.

Dalam siaran indikator perdagangan nasional, Jawa Timur juga tercatat sebagai salah satu kontributor utama ekspor nasional, dengan nilai ekspor sekitar 2,00 miliar dolar AS pada Januari 2023 dan pangsa hampir 9 persen terhadap total ekspor Indonesia.

Berita Terkait :  Buktikan Kepemimpinan di Tengah Persaingan Industri Bahan Bangunan, SIG Masuk 100 Perusahaan Terbesar

Dari sisi komoditas, ekspor hortikultura nasional menunjukkan tren menguat, di mana manggis menjadi kontributor terbesar dengan nilai ekspor lebih dari 111 juta dolar AS pada 2023, meningkat lebih dari 48 persen dibanding tahun sebelumnya.

Secara spesifik, Jawa Timur menempati posisi kedua provinsi eksportir buah-buahan tahunan pada 2024 dengan nilai ekspor sekitar 109 juta dolar AS, melonjak lebih dari dua kali lipat dari kisaran 47,5 juta dolar AS pada 2023, peningkatan ini antara lain ditopang komoditas unggulan seperti manggis dan produk perkebunan lain yang mengalir ke pasar Asia Timur dan Timur Tengah.

Untuk mendukung rantai pasok Indonesia Timur, arus impor ke Jawa Timur juga berperan sebagai pintu masuk utama, antara lain untuk komoditas migas dan nonmigas yang pada 2023 secara volume tercatat hampir 198 juta ton, dengan impor migas sekitar 52 juta ton dan nonmigas sekitar 146 juta ton.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keberadaan fasilitas karantina terintegrasi seperti IKT Puspa Agro sangat relevan untuk memperlancar pemeriksaan, menjamin standar keamanan pangan dan kesehatan hewan, sekaligus menjaga kelancaran logistik ekspor-impor di koridor perdagangan Indonesia Timur.[aya.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!