
Lukisan karya Meri Avenina yang dipamerkan pada pameran lukisan “Harmoni Alam”
Surabaya, Bhirawa
Pameran lukisan “Harmoni Alam” digelar di Galeri Prabangkara kali ini menghadirkan sentuhan unik dari seniman muda bernama Meri Avenina. Dua karya terbaiknya, Queen of Gambit dan Satarry Mover, menjadi sorotan pengunjung berkat konsep yang berbeda dari tema alam biasanya.
Meri menyebutkan bahwa pengerjaan karyanya ini memakan waktu sekitar tiga bulan, dimulai dari mendesain konsep selama satu bulanan, kemudian dilanjut dengan proses melukis di kanvas selama dua bulan.Namun, yang menarik bukanlah waktu pengerjaannya, akan tetapi filosofi yang digambarkan dalam setiap goresan kuasnya.
“Biasanya kalau Harmoni Alam itu cuma kayak natural atau apa gitu kan, biasanya kayak misal sawah-sawah atau hewan atau apa gitu. Tapi kali ini saya tuh bikin sesuatu yang sangat beda, ke alam semesta, yang di mana di dalamnya itu banyak sekali misteri-misteri,” ungkap Meri, Sabtu (14/2).
Ia ingin menampilkan dualisme kehidupan, seperti siang dan malam, baik dan buruk, yang saling berpadu untuk menciptakan suatu keseimbangan dalam kehidupan. Kedua karya Meri ini memang sarat akan simbolisme. Meski begitu, ia menekankan bahwa setiap pengunjung bisa menafsirkan sendiri makna yang mereka tangkap dari lukisan-lukisan miliknya.
“Pesan dan kesannya sih, aku nggak bisa ngomong sih ya. Mungkin tergantung sudut pandang orang masing-masing melihat lukisanku ya. Contohnya kayak misalnya ada sesuatu hal yang dimengerti sama sebagian orang, mungkin karena lukisan-lukisan yang saya bikin ini apa ya… mengandung simbolik gitu ya. Mungkin ada yang tahu itu, tapi kan tergantung lagi dengan diri kita sendiri masing-masing yang melihat kan ya.” jelasnya.
Menurutnya menciptakan karya yang fresh dan beda dari yang lain itu tidaklah mudah, akan tetapi rasa semangatnya untuk menghadirkan karya yang relevan dan menarik bagi Gen Z tidak membuatnya menyerah begitu saja.
“Karena kita generasi modern, kita harus bisa mengelola tema yang biasanya dikerjakan generasi sebelumnya dan melampaui kualitas sebelumnya.” tambahnya.
selain itu, Meri mengungkapkan bahwa pameran ini menjadi langkah penting dalam perjalanan seninya. Ia berharap karya-karyanya dapat memicu inspirasi bagi pengunjung dan seniman lain, serta membuka ruang bagi interpretasi kreatif yang lebih luas.
“Mungkin nanti di tahun depan, akan banyak orang-orang yang terinspirasi dari kegiatan Harmoni Alam ini.” ujarnya.
Dengan konsep yang berpadu antara keindahan alam dan misteri semesta, Meri Avenina membuktikan bahwa seni bukan hanya soal visual, tetapi juga media untuk mengeksplorasi filosofi hidup dan imajinasi yang tanpa batas. mg7.wwn
Author: Niken Ayu Dwi Agustin


