28 C
Sidoarjo
Friday, May 22, 2026
spot_img

Komisi E DPRD Jatim Rayu Dindik Diajak Ke Luar Negeri Ninjau 4.920 Lulusan SMK

DPRD Jatim, Bhirawa

Komisi E DPRD Jawa Timur dibuat penasaran dengan ribuan lulusan SMK yang kini bekerja dan magang di luar negeri. Dalam hearing evaluasi kinerja Kuartal I Tahun 2026 bersama Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Jumat (22/5/2026). Para legislator bahkan “merayu” Kepala Dinas Pendidikan Jatim agar bisa diajak melihat langsung kondisi para siswa di negara tujuan.

Hearing Komisi E DPRD Jatim tersebut dipimpin Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno bersama Wakil Ketua Jairi Irawan serta anggota Rasiyo, Suli Daim, Hari Yulianto, Cahyo Harjo Prakoso, Suwandy Firdaus, Siti Mukiyarti, dan Aida Fitriati.

Dalam rapat itu, Sri Untari secara terbuka mengaku ingin memastikan langsung bagaimana kondisi para siswa asal Jawa Timur yang kini bekerja di luar negeri.

“Kami ingin melihat mereka di sana bekerjanya bagaimana? Bisa bekerja dengan baik tidak? Yang di luar negeri. Bagaimana kondisi mereka di luar negeri,” ujar Sri Untari.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai keberhasilan program pengiriman lulusan SMK ke luar negeri tidak cukup hanya dilihat dari jumlah keberangkatan.

Komisi E ingin mengetahui apakah para siswa benar-benar bekerja sesuai kompetensinya, memperoleh penghasilan layak, hingga merasa nyaman tinggal di negara tujuan.

Keinginan Sri Untari tersebut langsung mendapat dukungan dari anggota Komisi E Fraksi PKB, Siti Mukiyarti. Keduanya berharap program penempatan kerja luar negeri benar-benar menjadi solusi peningkatan kualitas SDM sekaligus kesejahteraan lulusan SMK di Jawa Timur.

Berita Terkait :  Jelang Nataru, Harga Beras di Jombang Naik, Pembeli Sepi

Selain itu, Sri Untari juga menyinggung persoalan serapan anggaran Dindik Jatim agar lebih optimal.

“Kami berharap jangan banyak-banyak SiLPA,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa saat ini sebanyak 4.920 murid dan alumni SMK negeri maupun swasta di Jawa Timur telah dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri.

Jumlah itu merupakan gabungan dari 112 SMK dan LKP di Jawa Timur. Dari total tersebut, sebanyak 3.186 peserta merupakan siswa aktif kelas XII dan XIII yang mengikuti program magang internasional.

Sementara 1.734 lainnya merupakan alumni yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Sebagian sudah siap dan mendapat sertifikasi, mereka sudah berangkat. Ada juga yang nanti berangkat bulan Juni, Juli, dan seterusnya,” jelas Aries.

Ia menerangkan, sebelum diberangkatkan para siswa harus melalui berbagai tahapan, mulai dari uji kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan hingga sertifikasi kemampuan bahasa asing.

Aries juga merespons positif keinginan Komisi E DPRD Jatim untuk melakukan peninjauan langsung ke luar negeri.

“Tadi Komisi E juga meminta ingin meninjau di luar negeri. Ya harus dilihat dulu hasilnya. Sekian bulan mereka sudah bekerja, dapat gaji, baru kita lihat apakah mereka betah dan apakah sesuai dengan kompetensinya,” katanya.

Program penempatan kerja luar negeri ini melibatkan berbagai bidang keahlian, mulai Teknik Mesin, Teknik Informatika, Teknik Ketenagalistrikan, Kesehatan, Tata Boga, Perhotelan, Multimedia, Pertanian hingga sektor lainnya.  [geh.kt]

Berita Terkait :  Dua RSUD di Mojokerto Resmi Jadi RS Satelit Pendidikan Dokter ITS

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!