26 C
Sidoarjo
Wednesday, February 11, 2026
spot_img

Produksi Padi Kabupaten Jombang Diprediksi Naik di Tahun 2026


Jombang, Bhirawa
Produksi padi di Kabupaten Jombang diprediksi akan mengalami kenaikan pada tahun 2026 ini.

Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang menargetkan luas panen pada Musim Tanam (MT) I tahun 2026 mencapai 35.000 hektar, dengan puncak panen raya diperkirakan pada pertengahan Maret hingga awal April 2026.

Kepala Disperta Kabupaten Jombang, M. Rony, mengutarakan optimisme tersebut didukung oleh luasan tanam yang merata hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Jombang, serta kondisi tanaman yang dinilai baik.

“Dengan luasan panen yang cukup besar dan sebarannya hampir merata, kami optimistis produksi padi tahun ini akan lebih tinggi,” kata Kepala Disperta Kabupaten Jombang, Rabu (11/02).

Kepala Disperta Kabupaten Jombang menambahkan, dari sisi produktivitas, Disperta Kabupaten Jombang memproyeksikan rata-rata hasil Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 7,5 ton per hektar. Jika dikonversi menjadi Gabah Kering Giling (GKG), hasilnya berada di kisaran 6,24 ton per hektar.

“Ini menandakan adanya perbaikan produktivitas sekaligus efisiensi budidaya,” ungkapnya.

Dikatakannya, dengan luas lahan panen rata-rata mencapai 70.000 hektar per tahun, Kabupaten Jombang memiliki potensi besar sebagai daerah penopang ketahanan pangan Jawa Timur (Jatim), sekaligus pendukung swasembada pangan nasional.

“Data tahun 2025 menunjukkan capaian produksi melampaui target pemerintah pusat,” kata M. Rony.

“Dari target 81.000 hektar, realisasi mencapai 86.000 hektar dengan produktivitas GKG 6,24 ton per hektar. Total produksi tercatat di atas 446.715 ton gabah kering giling atau setara 257.942 ton beras,” rincinya.

Berita Terkait :  SBI Bersama KSOP Tanjung Pakis Tuban Luncurkan Kendaraan Listrik

Lantas, kebutuhan konsumsi beras masyarakat Kabupaten Jombang hanya sekitar 149.237 ton per tahun. Artinya, Kabupaten Jombang mengalami surplus beras sekitar 108.705 ton pada tahun 2025.

“Kita memiliki kelebihan produksi yang signifikan untuk memperkuat ketahanan pangan,” tandasnya.

Sementara menyongsong musim tanam berikutnya, Disperta Kabupaten Jombang juga mendapat sinyal positif dari prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut Kepala Disperta Kabupaten Jombang, tahun 2026 diperkirakan berada dalam kondisi iklim normal dengan musim kemarau diprediksi mulai akhir April atau awal Mei 2026, sedangkan musim hujan kembali terjadi pada pertengahan Oktober 2026.

“Dengan kondisi iklim yang relatif normal, petani bisa merencanakan pola tanam lebih baik,” ucap M. Rony. [rif.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru