30 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

Kelas Laundry Jadi Jalan Baru Kemandirian Disabilitas Netra di Malang

Pemprov Jatim, Bhirawa
Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong pemerataan ekonomi bagi penyandang disabilitas terus diwujudkan melalui berbagai program inklusif. Salah satunya datang dari Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Netra (UPT RSBN) Malang, Dinas Sosial Jatim, yang kembali menggelar Program Kelas Usaha Bersama (KURMA), Jumat (23/1/2026).

Pada pelaksanaan terbaru ini, KURMA menghadirkan kelas usaha laundry sebagai fokus utama. Meski baru berjalan, kelompok penerima manfaat pertama sudah mampu mengelola proses pencucian dengan total produksi mencapai 20 kilogram. Capaian ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam pengembangan unit usaha produktif berbasis disabilitas.

Menariknya, unit laundry tersebut terintegrasi langsung dengan layanan pijat yang selama ini menjadi salah satu unggulan UPT RSBN Malang. Integrasi ini tidak hanya membuat alur kerja lebih efisien, tetapi juga meningkatkan standar kebersihan handuk dan linen yang digunakan pelanggan. “Dengan sterilisasi yang lebih terkontrol, layanan pijat menjadi lebih higienis dan aman. Ini memberi rasa nyaman lebih bagi pelanggan yang datang,” ujar salah satu pendamping kegiatan.

Lebih dari sekadar meningkatkan kualitas layanan, kelas laundry KURMA juga membuka ruang partisipasi aktif bagi penyandang disabilitas netra. Mereka terlibat langsung dalam seluruh proses usaha, mulai dari pengelolaan, produksi, hingga pelayanan. Pengalaman praktik ini diharapkan menjadi bekal penting untuk membangun usaha serupa secara mandiri di kemudian hari.

Berita Terkait :  Dindik Jatim Pusatkan MTU di Satu Wilayah, Dampak Pelatihan Vokasi Lebih Maksimal

Kepala UPT RSBN Malang, Anantya Wulandari, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa KURMA dirancang sebagai strategi penguatan UMKM disabilitas sekaligus sarana pemerataan ekonomi yang inklusif. “Kegiatan KURMA ini kami rancang sebagai wujud nyata pemerataan ekonomi dan pengembangan UMKM disabilitas. Penerima manfaat tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga pengalaman usaha yang relevan dengan kebutuhan pasar. Melalui kelas laundry yang terintegrasi dengan layanan pijat, kami berharap mereka semakin siap dan percaya diri untuk mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Ke depan, melalui Program KURMA, UPT RSBN Malang menargetkan lahirnya pelaku UMKM disabilitas yang kompeten, berdaya saing, serta mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi inklusif di Jawa Timur..[rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!