32 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Alami Puso, Produksi Padi Jatim Tetap Aman


Pemprov, Bhirawa
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Provinsi Jawa Timur mencatat sekitar 3.000 hektare lahan pertanian di sejumlah wilayah Jawa Timur mengalami puso akibat dampak cuaca ekstrem. Meski demikian, kondisi tersebut dipastikan tidak mengganggu capaian produksi padi Jawa Timur sepanjang tahun 2025.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, mengatakan puso terjadi secara tersebar dan mayoritas berlangsung pada Oktober 2025, saat sebagian besar tanaman padi telah memasuki masa panen.

“Puso memang ada, tetapi tidak banyak. Sekitar 3.000 hektare dan tersebar di Jawa Timur. Itu terjadi Oktober lalu, sehingga tidak mengganggu produksi tahun 2025,” ujar Heru kepada wartawan di kantornya, Selasa (13/1).

Heru menjelaskan, banjir yang terjadi belakangan ini juga tidak seluruhnya berdampak pada lahan pertanian padi. Menurutnya, di sejumlah wilayah genangan air relatif cepat surut sehingga tidak menyebabkan kerusakan tanaman secara signifikan.

“Kalau banjir, tidak semuanya melanda sawah. Ada hujan deras, besoknya sudah surut, sehingga tidak banyak mengganggu tanaman,” katanya.

Meski demikian, Heru mengakui cuaca ekstrem yang masih terjadi dalam beberapa waktu terakhir tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Saat ini, Distan KP Jatim masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan luas puso yang terjadi pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, seiring tingginya curah hujan.

Berita Terkait :  JSC Dinsos Jatim Salurkan Bantuan Alat Bantu untuk Warga Kurang Mampu di Surabaya

“Nanti kami update lagi datanya. Januari ini curah hujan tinggi, jadi kami lihat betul mana yang benar-benar puso dan mana yang tidak,” ujarnya.

Heru menegaskan, apabila ditemukan puso baru akibat cuaca ekstrem, Pemprov Jatim siap memberikan bantuan kepada petani. Bantuan tersebut meliputi penggantian benih serta fasilitasi tanam ulang dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pertanian.

“Kalau ada puso, pasti ada penggantian benih. Kami komunikasi dengan Kementerian Pertanian. Petani jangan khawatir, bisa tanam kembali,” tegasnya.

Di sisi lain, Heru optimistis produksi padi Jawa Timur pada 2026 berpotensi meningkat. Optimisme tersebut didasarkan pada luas tanam padi pada periode Oktober-Desember 2025 yang tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kalau tidak ada cuaca ekstrem yang merusak tanaman, panen Januari-Maret 2026 diprediksi meningkat. Ini prediksi, bukan perkiraan asal,” pungkasnya. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru